Amazing Spiderman vs Spiderman

Siapa yang tidak tahu superhero yang satu ini, baju serta topeng berwarna merah dan biru, bergelantungan dari gedung ke gedung, membungkus penjahat dengan jaringnya. Ya, Spiderman. Film yang muncul tahun 2002 dahulu kembali dirilis dengan cerita berbeda (reboot) namun tetap mempertahankan beberapa inti pentingnya pada tahun ini (2012). Banyak opini dari berbagai kalangan mengenai reboot ini, pro dan kontra seperti biasa.

Mari kita lihat satu per satu aspek yang dirubah dari 2002 ke “Amazing” 2012.

Pertama dari sisi sutradara atau produser (tidak terlalu mengerti mana yang lebih penting). Pada versi
“Amazing”, sutradara yang digunakan adalah sang pembuat “500 Days of Summer” film romantis yang sangat berhasil menjuarai kelasnya. Tidak heran jika banyak wanita (dan beberapa pria) yang mengharapkan scene yang romantis dan penuh emosi pada versi “Amazing” ini. Dan memang betul, sutradara Marc Webb dengan sukses berhasil memainkan emosi penonton dalam beberapa scene, pertamaa saat sang paman Ben meninggal, saat Peter (Andrew Garfield) dan Stacy (Emma Stone) bermesraan. Aktor yang dipilih Marc Webb sendiri memang sudah berpasangan diluar akting, jadi semakin terasalah keromantisan dalam akting mereka. Satu poin untuk 2012.

Tetapi entah kenapa Marc Webb mengganti quote asli komik Spiderman, yaitu “with great power comes great responsibility” menjadi lebih rumit, sangat rumit, walaupun intinya tetap sama dan diucapkan oleh Paman Ben juga. Tapi, rasanya itu sangat mengganggu. Minus satu poin untuk 2012.

Pembawaan Peter Parker pada versi 2002 menurut aku, lebih baik dan lebih mirip komik nya, peter yang berkacamata, sedikit nerd, tidak populer di sekolah, dan ketika menyelesaikan sekolahnya ia menjadi foto jurnalis untuk sebuah koran harian, ia mendapat gigitan pada saat tour, lalu mengetahui kekuatannya dan mempelajarinya sedikit demi sedikit, lalu menggunakannya untuk mencari uang dan seterusnya. Pada versi 2012, Peter dibawakan masih dalam usia sekolah, dan termasuk anak yang keren di sekolahnya, ber skateboard ria, jago beratraksi melompat (mungkin ini lebih masuk akal bagaimana Spiderman bisa selincah itu), mencari informasi menggunakan Bing (ini aneh, atau mungkin mau menunjukkan ke”nerd”an nya), terkena gigitan dengan memasuki ruangan yang harusnya dijaga ketat, lalu langsung mempelajari kekuatannya dengan berskateboard, menciptakan sendiri senjata benang (aneh spiderman kok tidak bisa mengeluarkan jaring). Jadi, walaupun masih masuk akal tapi jalan cerita 2002 lebih asik untuk para pecinta komik spiderman.

Dan satu lagi yang menjadi nilai tambah bagi “Amazing” 2012 adalah scene Spiderman yang bergelantungan dan kita melihat seolah dari mata sang hero. Sangat indah. Tapi dengan teknologi di masa skarang memang seharusnya Spiderman versi baru ini memberikan kepuasan dari segi pengambilan gambar. Dan The Amazing Spiderman berhasil.

Akhir kata, Spiderman 2002 dan The Amazing Spiderman 2012 punya kesan masing-masing. Selama itu tentang Spiderman, dan superhero lainnya, pasti banyak yang menyukai. Tapi untuk film yang reboot selanjutnya akan lebih baik jika tidak terlalu merubah karya aslinya, karena ada keindahan tersendiri dari original version.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s