Month: October 2012

TP All Night Long

Minggu ini adalah minggu UTS. Setelah pada hari jumatnya bertaruh 40% nilai MME, dan pada Selasa EMC (sangat menguras tenaga mempelajari soal yang tidak keluar), ternyata datanglah sebuah kabar. Tugas pendahuluan Ke2 Praktikum MME akan keluar hari selasa, dengan jadwal hari Rabu adalah UTS TTT, yang kabarnya tutup buku. Bukan hanya itu, hearing calon ketua himpunan yang adalah angkatan saya sendiri juga berlangsung malam rabu itu. Seakan belum penuh, hearing ketua kaderisasi Pasopati, dimana adalah unit saya, juga dilaksanakan malam yang sama. Sungguh dilema.

Tugas pendahuluan ternyata lebih banyak dari yang pertama. total 53 soal, belum ditambah tugas tambahan, dengan bahan yang belum pernah disentuh sama sekali. Dan diberikanlah pilihan, 53+10 tugas tambahan dikumpul pada hari Rabu jam 4 atau 53+21 tugas tambahan dikumpul hari Kamis jam 9 pagi. Dan dengan serentak semua memilih Kamis jam 9 pagi. Sebuah pilihan yang benar.

Karena sudah terbebas dari mengerjakan TP malam itu, dan dengan keluarnya kabar bahwa ujian TTT tidak jadi closed book, semua senang. Banyak yang datang hearing, dan saya bisa fokus ke hearing unit dulu. Dan malam itu, tidurlah saya jam 12, karena harus bangun jam 6 untuk ujian TTT jam 7.

Dengan asumsi tidak akan tidur malamnya, saya tidur siang setelah ujian TTT. Dan jam 4 dimulailah perkumpulan para pengerja TP. Saya dan kira-kira blasan orang lainnya memilih sebuah rumah teman kami yang ada di Bandung. Jam 5 mulai membaca, jam 7 baru memulai mengerjakan dan itupun tersendak-sendak. Terlalu banyak.

Dengan pembagian tugas seperti TP pertama, akhirnya soal demi soal dapat selesai, dan pada jam 12 akhirnya selesai juga TP modul 3. Tinggal modul 4, tinggal 34 soal lagi. Dengan bermodalkan kopi sang empunya rumah, dan nasi goreng delivery, kami semua lanjut tidak tidur dan sekalian menonton liga Champion Real Madrid vs Dortmund (Madrid kalah, yeahahahaha).

Dannnn tiba-tiba alarm pun berbunyi, ternyata sudah pagi. Jam 5.40 akhirnya sudah resmi saya menyelesaikan soal ke 74, dengan kosong 5 nomer, sungguh sebuah kelegaan. Pulang ke kosan, sarapan, mandi, dan langsung berangkat lagi karena takut tergoda nyamannya tempat tidur. Sesampainya di kampus, sudah berkumpul anak Power lainnya, dan langsung terjadi transaksi dan hasilnya 5 soal tadi pun terisi. Betapa leganya.

Belum selesai, ternyata saya dan kelompok praktikum lupa bahwa hari itu jam 9 ada praktikum TTT modul terakhir. Apa mau dikata, belum pernah menyentuh modul, belum membuat log book, langsung saya telpon teman sekelompok dan mereka dengan kaget segera meluncur ke kampus (untung belum pada bablas tidur). Untungnya asisten telat 1 jam, sehingga ada waktu membuat logbook, baca modul sedikit, dan tertidur di atas logbook (hahaha). Dibangunkan oleh pegawai PLN, dan dengan datangnya asisten kami berempat memulai praktikum TTT terakhir kami. Seperti seharusnya, praktikum TTT sangat lancar.

Belum selesai, ada UTS Manajemen Proyek. Sampai kapan harus ditahan kantuk ini saya tidak tahu. Dengan berlalunya UTS Manpro tanpa belajar, dan tanpa persiapan yang berarti, saya pasrah melihat jawaban dangkal yang saya tulis. Maafkan kami pak, tubuh ini tidak dapat berpikir secara normal lagi.

Lalu, tibalah di kosan, mandi, pakai baju lagi, mematikan lampu, pilih posisi nyaman, dan dengan satu pejaman mata, tertidurlah saya, tanpa beban, tanpa alarm (karena besoknya libur). Sungguh tenang.

Kagum. Ternyata semuanya dapat terlewati. Semua tugas memang dapat diselesaikan, tergantung kemauan, kebersamaan, strategi, dan sedikit keberuntungan tentunya.

Advertisements

TTT vs MME

Praktikum MME memang sangat memakan waktu, apalagi ketika praktikum Teknik Tegangan Tinggi yang bermarkas di PLN dimulai. Konon katanya kedua praktikum ini tidak akan bertabrakan, dan memang setelah melalui 2 modul TTT, semuanya bebas hambatan.

Praktikum TTT berbeda dari praktikum MME yang memakan waktu minimal 2 hari dan normal 3 hari. Kalau praktikum TTT, pasti selesai 1 hari, bahkan 3 jam maksimal. Terlihatkah bedanya? Kalau belum, mari saya perjelas. Laporan MME rata-rata 6-7 halaman, sedangkan laporan TTT hanya 3 halaman maksimal.

Walaupun demikian, praktikum ini tetap tidak boleh dianggap enteng, karena pelajarannya sangat menarik! Apakah anda pernah merangkai konduktor seberat 1 kg per bagiannya? Ya, karena tegangan yang dipakai termasuk tinggi, maka isolasi dari komponen komponen rangkaian di Lab ini sangat diperhatikan. Bahkan, sebelum menjalankan alat, rangkaian yang akan dicoba harus dikerangkeng dahulu, dan lampu indikator percobaan menyala. Tenang, bagi kalian yang merasa takut, sebenarnya ini tidak berbahaya, karena SOP pengamanan di laboratorium sudah jelas dan terpampang di sekitar lab. Dan para asisten (lebih dari satu) pasti akan menjelaskan dengan baik, karena gaji mereka dipertaruhkan disini. Bagi kalian yang merasa bergairah/tertantang/challange accepted mendengar hal ini, tunggu saja tanggal mainnya.

Beberapa Hal yang Saya Dapat Setelah Melalui Tes Awal Modul 1 MME!

fiuh, akhirnya terbebas dari pertanyaan konsep (apa iya?). 140 halaman (hitung kotor) dan kurang lebih 90 halaman bersih yang terdiri dari 2 bab dan 17 subbab akhirnya terlewati. Setelah melewati 11 jam (4 jam hari pertama, 3 jam pagi hari kedua dan 4 jam sore hari kedua) tes awal dimana para mahasiswa menjelaskan halaman per halaman yang ada di buku dan sang asisten bertanya selayaknya orang yang menguji kemampuan anda. Modul Transformer ini pun dapat diambil datanya BESOK.

Beberapa hal yang saya dapat setelah melalui tes awal ini adalah

  1. Membalik halaman itu berat, anda harus benar-benar mengerti apa saja yang tertulis pada halaman tersebut, terutama tulisan yang memang ditebalkan atau dimiringkan.
  2. Grafik harus dimengerti arti tiap garis, arti fisis, dan juga hal-hal lain yang bisa didapat dari grafik tersebut.
  3. Pertanyaan yang datang dari angkatan yang lebih atas ketika sidak (inspeksi mendadak) memang lebih menyebalkan, tetapi sebenarnya mereka ingin mengarahkan pikiran kita menjadi kritis. Contoh pertanyaan : a. apakah sebenarnya fluks itu? apakah fluks hanya besaran perhitungan? b. kenapa dimodelkan paralel? c. isolasi dan insulasi itu apa? dan masih banyak hal yang tidak ada di buku tetapi sebenarnya menarik.
  4. Makan dan minum (kalau minum sebenarnya boleh sambil tes awal) terlebih dahulu. Kekuatan anda benar-benar terkuras. Trust me.
  5. Gunakan waktu timeout untuk rileks dan merefresh ingatan anda. Sebaiknya beri target awal sampai dimana kelompok anda tidak akan timeout, dan batas dimana sebaiknya kalian timeout dahulu daripada menghabiskan waktu berdiskusi tanpa arah. Pada saat timeout, jangan buru-buru, cermati lagi halaman yang walaupun anda sudah lewati namun ragu-ragu, dan pelajari bahan selanjutnya agar anda tahu kemana arah pertanyaan berikutnya, karena setelah timeout asisten menganggap anda harus lebih mengerti.

Saya rasa poin-poin diatas cukup berguna untuk diperhatikan. Sepanjang perjalanan prkatikum ini, saya akan terus memperkaya pengetahuan anda!

Kritis adalah sifat dasar engineer