TP All Night Long

Minggu ini adalah minggu UTS. Setelah pada hari jumatnya bertaruh 40% nilai MME, dan pada Selasa EMC (sangat menguras tenaga mempelajari soal yang tidak keluar), ternyata datanglah sebuah kabar. Tugas pendahuluan Ke2 Praktikum MME akan keluar hari selasa, dengan jadwal hari Rabu adalah UTS TTT, yang kabarnya tutup buku. Bukan hanya itu, hearing calon ketua himpunan yang adalah angkatan saya sendiri juga berlangsung malam rabu itu. Seakan belum penuh, hearing ketua kaderisasi Pasopati, dimana adalah unit saya, juga dilaksanakan malam yang sama. Sungguh dilema.

Tugas pendahuluan ternyata lebih banyak dari yang pertama. total 53 soal, belum ditambah tugas tambahan, dengan bahan yang belum pernah disentuh sama sekali. Dan diberikanlah pilihan, 53+10 tugas tambahan dikumpul pada hari Rabu jam 4 atau 53+21 tugas tambahan dikumpul hari Kamis jam 9 pagi. Dan dengan serentak semua memilih Kamis jam 9 pagi. Sebuah pilihan yang benar.

Karena sudah terbebas dari mengerjakan TP malam itu, dan dengan keluarnya kabar bahwa ujian TTT tidak jadi closed book, semua senang. Banyak yang datang hearing, dan saya bisa fokus ke hearing unit dulu. Dan malam itu, tidurlah saya jam 12, karena harus bangun jam 6 untuk ujian TTT jam 7.

Dengan asumsi tidak akan tidur malamnya, saya tidur siang setelah ujian TTT. Dan jam 4 dimulailah perkumpulan para pengerja TP. Saya dan kira-kira blasan orang lainnya memilih sebuah rumah teman kami yang ada di Bandung. Jam 5 mulai membaca, jam 7 baru memulai mengerjakan dan itupun tersendak-sendak. Terlalu banyak.

Dengan pembagian tugas seperti TP pertama, akhirnya soal demi soal dapat selesai, dan pada jam 12 akhirnya selesai juga TP modul 3. Tinggal modul 4, tinggal 34 soal lagi. Dengan bermodalkan kopi sang empunya rumah, dan nasi goreng delivery, kami semua lanjut tidak tidur dan sekalian menonton liga Champion Real Madrid vs Dortmund (Madrid kalah, yeahahahaha).

Dannnn tiba-tiba alarm pun berbunyi, ternyata sudah pagi. Jam 5.40 akhirnya sudah resmi saya menyelesaikan soal ke 74, dengan kosong 5 nomer, sungguh sebuah kelegaan. Pulang ke kosan, sarapan, mandi, dan langsung berangkat lagi karena takut tergoda nyamannya tempat tidur. Sesampainya di kampus, sudah berkumpul anak Power lainnya, dan langsung terjadi transaksi dan hasilnya 5 soal tadi pun terisi. Betapa leganya.

Belum selesai, ternyata saya dan kelompok praktikum lupa bahwa hari itu jam 9 ada praktikum TTT modul terakhir. Apa mau dikata, belum pernah menyentuh modul, belum membuat log book, langsung saya telpon teman sekelompok dan mereka dengan kaget segera meluncur ke kampus (untung belum pada bablas tidur). Untungnya asisten telat 1 jam, sehingga ada waktu membuat logbook, baca modul sedikit, dan tertidur di atas logbook (hahaha). Dibangunkan oleh pegawai PLN, dan dengan datangnya asisten kami berempat memulai praktikum TTT terakhir kami. Seperti seharusnya, praktikum TTT sangat lancar.

Belum selesai, ada UTS Manajemen Proyek. Sampai kapan harus ditahan kantuk ini saya tidak tahu. Dengan berlalunya UTS Manpro tanpa belajar, dan tanpa persiapan yang berarti, saya pasrah melihat jawaban dangkal yang saya tulis. Maafkan kami pak, tubuh ini tidak dapat berpikir secara normal lagi.

Lalu, tibalah di kosan, mandi, pakai baju lagi, mematikan lampu, pilih posisi nyaman, dan dengan satu pejaman mata, tertidurlah saya, tanpa beban, tanpa alarm (karena besoknya libur). Sungguh tenang.

Kagum. Ternyata semuanya dapat terlewati. Semua tugas memang dapat diselesaikan, tergantung kemauan, kebersamaan, strategi, dan sedikit keberuntungan tentunya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s