People Go Smarter

Saya baru saja nonton discovery channel, yang judulnya “Curiosity: Can You Live Forever?”. Sebuah acara yang dibawakan Adam Savage yang pada episode ini membahas teknologi yang diciptakan manusia untuk hidup selamanya.

Pertama, diceritakan bahwa Adam Savage mengalami kecelakaan di jalan raya saat mengendarai motor. Luka yang diderita sampai ke organ dalam tubuhnya. Paru-paru. Dan para dokter menyembuhkan Adam dengan sebuah cara yang menakjubkan. Dengan sebuah printer organ manusia dari sel tubuh anda sendiri. Karena berasal dari tubuh anda, maka tubuh anda tidak akan menolaknya. Organ tersebut di print layer demi layer, lalu ditransplantasi menggantikan organ asli anda. Sungguh sesuatu yang mustahil tapi mungkin dilakukan.

Selain itu, tangan kanan Adam harus diamputasi dan dengan teknologi, digantikan oleh tangan artificial. Tangan serupa robot yang dapat digerakkan dengan menyambungkannya dengan otot-otot di tangan yang masih “manusia”. Tetapi muncul beberapa ketidakpuasan. Tangan baru ini tidak dapat merespon secara refleks dan tidak dapat merasakan sakit. Lagi-lagi dengan teknologi yang ada, tangan artificial disambungkan dengan neutron2 yang terhubung ke otak, yang jumlahnya ratusan, dan digunakan kulit sintetis sebagai alat perasa yang juga dihubungkan ke otak. Betapa berharganya otak kita.

Namun, setelah beberapa lama, Adam merasakan hal yang aneh di otaknya, sepertinya ada rangkaian yang “short” dan mengakibatkan luka di otak atau apapun istilah yang disebut di film tersebut. Kemudian, dengan teknologi lainnya, yaitu robot mirip laba-laba yang sangat kecil, dan dapat berenang di liquid tubuh kita, lalu dimasukkan bersama suatu cairan ke aliran darah tubuh kita. Robot yang jumlahnya banyak mengalir bersama darah ke seluruh tubuh, dengan misi menghancurkan sistem yang rusak, berhasil mencapai otak Adam, dan menyembuhkan hal yang terjadi disana. Adam kembali selamat dari kematian. Namun ada suatu efek samping dari teknologi ini, robot tersebut tidak dapat dikeluarkan dan menjadi polisi darah anda selama anda hidup.

Permasalahan selanjutnya adalah penuaan. Penuaan bersifat alami, dimana prosesnya dirasakan oleh setiap bagian tubuh anda, tidak hanya satu bagian. Semua sel anda menua, dan menjadi malfungsi, jumlahnya semakin sedikit. Tapi sebuah jawaban dari teknologi muncul. Proses penuaan dapat direset. Caranya dengan mengeluarkan semua darah yang ada di tubuh anda, lalu menarik sel tua keluar dari tubuh anda, dan memasukkan kembali sel-sel yang sehat, dan menambahkan sel sehat baru agar jumlahnya proporsional dengan yang dibutuhkan tubuh. Dengan mengulangi proses yang mirip hemodialisa ini setiap beberapa puluh tahun, anda dapat hidup ratusan tahun.

Lalu muncul hal lain yang tidak dapat dihalangi. Otak anda mulai mengecil. Seiring dengan bertambah usia, storage di otak anda makin penuh, dan kapasitas otak anda makin kecil. Hal tersebut memang belum dapat dijawab oleh teknologi namun penelitian tentang penambahan kapasitas otak, dan otak eksternal sedang dilakukan di dunia ini. Sungguh sebuah keingintahuan manusia tidak ada habisnya.

Tapi, apakah manusia siap hidup selamanya? Di dunia yang semakin rusak ini, sangat susah mencari alasan untuk hidup selamanya. Sebagai seorang beragama, dan bukan seperti ilmuwan yang mencoba mencari semua jawaban melalui teknologi ,saya percaya bahwa hidup selamanya bukanlah sebuah jawaban, dan semakin majunya teknologi manusia adalah tanda dunia ini sudah semakin dekat dengan akhirnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s