Learning by Doing

Kemarin saya baru mengikuti acara “Evaluasi Akhir Intensif CaPaso 2012” di Buper Batu Kuda, Gunung Manglayang, Cileunyi. Disana intinya sih melihat kelayakan untuk “dilantik”. Kalau layak, ya lantik, kalau ngga ya buang-buang duit hahaha.

Intinya, sebagai seorang yang sedang menjabat sebagai ketua, saya harus mempersiapkan “kata-kata penerimaan” yang mirip orasi gitu. Dibilang orasi sebenarnya juga berlebihan, tetapi memang harus agak bersemangat dan berintonasi soalnya itu klimaks dari acara. Biar sedikit berkesan dan ga malu-maluin lah.

Karena baru merasakan jabatan ini, dan belum pernah bikin kata-kata penerimaan begitu, dari sore saya sudah deg-degan dan nanya-nanya temen seangkatan (soalnya yang angkatan atas belum pada dateng, dan angkatan bawah sibuk ngurusin acara). Dan mereka cuma bisa nyemangatin doang juga, soalnya pada bingung juga haha. Akhirnya habislah dari selepas jam 6 sampai makan malam saya cuma mikirin alur inti yang mau saya sampaikan.

Setelah corat-coret, dicoba dulu diomongin, duh kok rasanya janggal ya ngomong beginian hahaha. Agak gak cocok, tapi pengen soalnya ini hal yang baru bagi saya, dan ini menarik sekali. Selain cari-cari diksi yang tepat, dan nyaman didengar, ketersambungan antar poin juga penting. Jadi, habislah malam saya bertiga dengan kertas dan bolpen.

Tibalah malam, saya sudah agak tenang, karena corat-coret sudah lebih meyakinkan, dan sudah berdoa juga. Angkatan atas mulai berdatangan, dan ketika saya bertanya “dulu gmana sih kak, isinya apa aja?” Dua ketua sebelum saya bilang begini, yang pertama

“Kalau lo ga tau, lo belum layak jadi ketua”,

dan ketua yang sebelumnya lagi bilang begini

“Ah dulu juga gw ga ada yang ajarin, disini semua learning by doing, jangan terpaku sama tahun lalu, gw juga dulu bikin sendiri, dan ga ada yang inget kan, tuh motivasi tuh, ga ada yang inget hahahah”

Oiya, benar juga, itu motivasi, ga akan ada yang inget juga tahun depan. Eh tapi tetep pengen berkesan sih, mudah-mudahan ga fail. Karena masih membaca naskah, seperti tahun2 sebelumnya saya minta mata anak-anak baru ditutup saat pembacaan “penerimaan”. Dan inilah hasil “learning by doing” gw:

Pagi ini, di kaki Gunung Manglayang

Dikelilingi pohon, beratapkan langit,

berselimutkan kabut, dan dihangatkan oleh semangat.

Semangat yang terpancar dari tiap-tiap teman, tiap tiap keluarga kalian, yang ada di samping kalian.

 

Hari ini,

adalah sebuah momen,

adalah sebuah monumen,

dimana perjuangan kalian,

melalui tahapan-tahapan yang kami berikan,

perjuangan yang menghasilkan diri kalian saat ini,

perjuangan kalian bersama-sama,

satu keluarga,

memperjuangkan hasil latihan kalian di hadapan kami

 

Renungkan,

diri kalian sebelum mengikuti rangkaian acara ini,

renungkan,

segala pencapaian kalian,

renungkan,

hal hal berharga yang kalian dapat,

pesan-pesan yang disampaikan panitia

renungkan,

perkembangan yang kalian alami,

fisik, mental,

renungkan,

komitmen yang baru saja kalian ucapkan

 

Dan jangan pernah cepat berpuas diri,

masih banyak hal yang dapat dikembangkan

masih banyak hal yang bisa dipelajari

masih banyak orang yang menunggu untuk dikenal

masih banyak orang yang mau mengenal kalian

dan masih banyak kesempatan terbuka untuk itu semua.

 

Saya ingin kalian mengingat 3 hal ini,

3 hal yang akan menjadi landasan kehidupan kalian setelah ini,

1. Motivasi, baik di bidang panahan, keorganisasian, ataupun kepanitiaan. Motivasi membuat kalian mempunyai tujuan. Tujuan yang ingin dan akan kalian capai.

2. Motivasi dan Semangat. Tidak ada gunanya motivasi tanpa semangat mencapainya. Seberapa besar semangat kalian sekarang? Apa itu cukup?

3. Motivasi dan Semangat dan Teman. Ya, teman di samping kalian adalah sumber semangat kalian. Mereka dapat menjadi teman untuk mencapai motivasi kalian, juga bantu dan semangati mereka untuk mencapai tujuan mereka masing-masing.

Dengan ini, saya, Andre Kevin Simanjuntak, sebagai Ketua Unit Panahan PASOPATI ITB, periode 2012/2013,

setelah melihat perkembangan kalian selama intensif,

setelah menimbang evaluasi dari massa pasopati,

dan setelah mendengar komitmen kalian pagi ini,

saya menyatakan bahwa kalian sudah memenuhi kriteria untuk menajdi keluarga kami. PASOPATI ITB.

Daaan, setelah itu, surat keputusan dibacakan, dan saya menarik nafas dalam-dalam. Udara pagi itu sangat segar. Suara desing angin sangat merdu. Akhirnya. Baru kali ini, saya berbicara seperti itu. Sangat menyenangkan.

Jadi, percayalah pada diri anda sendiri, minta masukan dari orang lain, tapi jangan terpaku dengan apa yang orang lain buat, apalagi menirunya. Percayalah, setiap orang dapat belajar jika dia mau. Learning by doing, (lumayan) sukses.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s