Month: May 2013

Bedanya curhat cewek dan cowok

Kamu pernah ngerasa temen kamu kalau curhat lebay? Ada dua kemungkinan, yang pertama dia gak curhat sesuai gendernya, atau yang kedua kamu gak tau gimana seharusnya seorang cowok atau cewek itu curhat.

Berikut MBDC kasih situasi dan perbedaan antara curhat cewek dan curhat cowok!

Case 1: Putus

CEWEK

Cewek 1: Aku putus…Padahal aku sayang banget sama dia, tapi dia gak pernah mau ngertiin aku, padahal aku selalu nyoba buat ngertiin dia…Aku sedih banget…Padahal aku gak pernah sesayang ini sama orang lain…Aku udah ngasih semuanya ke dia, tapi kenapa dia kayak begitu ke aku?? Kenapa dia gak pertahanin aku pas aku minta putus…

Cewek 2: Aduh kamu sabar ya…Mungkin dia emang bukan yang terbaik buat kamu, emang cowok tuh brengsek, udah kamu sabar aja, kamu beruntung lagi sekarang putus dari cowok kayak dia, kan kamu bisa cari cowok baru.

COWOK

Cowok 1: Gue putus sob. Galau gue. Padahal gue sayang banget sama dia. Eh bagi rokok dong.

Cowok 2: Sabar bro. Malem kosong kan? Party lah kita. Oke?

Case 2: Gagal Potong Rambut

CEWEK

Cewek 1: Aduuuh aku kesel banget deh, masa mbak – mbak salon nya motong rambutku kependekan, mana warnain rambutnya kurang rata lagi, padahal ini salon langganan aku loh ngerjain, bete banget gak sih? Eh penampilanku jadi aneh ya? Aduuuh kalau cowokku gak suka gimana nih….

Cewek 2: Enggak kooook, manis kok rambut kamu pendek kayak gitu, ih tenang aja, cowok kamu pasti suka kok.

COWOK

Cowok 1: Men, gue potong rambut kependekan nih…Kaco-kaco!

Cowok 2: BUAHAHAHA MAKIN JELEK AJA LO SOB!

Case 3: Ganti Baju Bareng

CEWEK

Cewek 1: Iiih aku gendut banget ya, bagian perutku sampe berlipet gini. Mana betis aku udah kayak gajah bengkak gini lagi.

Cewek 2: Enggak ah, aku kali yang kumel banget, rambut gak keurus, kulit item kebakar matahari.

COWOK

Cowok 1: Kaco sob, perut gue gede banget ye….

Cowok 2: Nimbun dosa sih lo.

Case 4: Menceritakan Pacar

CEWEK

Cewek 1: Eh kamu tau gak…Kemarin pacarku romantis banget…Kita candle light dinner gitu, terus aku diajak ngeliat bintang bareng gitu. Udah gitu selama dijalan dia muterin lagu – lagu jaman dia PDKT sama aku gituuu…Romantis banget kaaan?

Cewek 2: Waaah iyaa, ih bikin iri deh…Huhuhu coba pacarku gitu…Kemarin aja dia lupa kita 9 bulanan masa…Parah banget kaaan?!

COWOK

Cowok 1: Bro, kemaren abis romantisan gue sama cewek gue niiih…

Cowok 2: Terus gimana? Udah ilang belom status perjaka lo?

Case 5: Aku Hamil

CEWEK

Cewek 1: Aku hamil…Aku harus gimana dong…Aku takut gugurin kandungannya, tapi kalau enggak, ntar mama papa aku gimana, kata dosen dan temen-temen aku gimana? Mau ditaro dimana muka aku???

Cewek 2: Aduh sabar ya…Coba kamu tenangin diri dulu, pelan-pelan kita pikirin jalan keluarnya.

COWOK

Cowok 1: Gue hamil bro

Cowok 2: ….. oke sip

Kurang lebih gitu deh. Sekarang kebayang kan kalau cowok curhat kayak gimana, cewek kayak gimana? Atau mungkin mau ditambahin? Boleh banget loh!

Advertisements

Gagal?

gw takut gagal. walaupun kata orang, gagal itu kesuksesan yang tertunda, tapi gimana kalau kita cuma punya satu kesempatan? setelah kesempatan itu berakhir, apapun hasilnya, hanya bisa diterima. kalau Ujian NAsional kan bisa diambil lagi, tapi ada beberapa hal yang cuma bisa dihadapin sekali. contohnya, penaltinya Beckham pas Piala dunia 2006 pas ngebela inggris. Saat itu dia gagal. Mau berapa kali pun dia nge gol in di penalti lainnya, tetep aja dia udah gagal. gagal dengan fantastis. Bola melenceng jauh di atas mistar gawang.

Hal yang paling gw takutin gagal sekarang adalah diri gw sendiri, sebagai ketua pasopati. Kenapa? karena jadi ketua cuma bisa sekali. abis itu abis. Lo tinggal ngeliat masa lalu dan ngedenger apa kata orang tentang kepemimpinan lo waktu itu. Lo cuma bisa ngeliat bekas kepemimpinan lo, hasil yang lo buat, entah itu kecil, entah itu besar, entah itu baik, entah itu buruk. Sampai saat ini, banyak hal yang udah gw nilai berhasil, dan ga sedikit yang gw nilai gagal. Gw berhasil ngadain musyawarah kerja, yang jarang sekali ada di pasopati ini, tapi gw gagal mengikuti timeline yang gw buat sendiri. Ga sepenuhnya gagal, karena timeline memang bisa terus berubah dari waktu ke waktu. Pelantikan, gw dalam hati nganggep itu berhasil, kenapa, karena gw berhasil ngatasin ketakutan gw waktu itu, berhasil buat sebuah orasi tanpa bantuan contoh tahun lalu, sebuah prestasi banget buat gw. gw berhasil memulangkan para anggota ke tempatnya masing-masing sepulangnya dari tempat pelantikan. semua karena Tuhan sebenernya. iya, disini kalau gw bilang gw berhasil, artinya bukan gw yang punya kekuatan, tapi Tuhan. cuma, untuk memudahkan penulisan, ya kita asumsi saja gw ga sombong, gw mengerti bahwa semuanya berasal dari Tuhan. Selain keberhasilan dan kegagalan diatas, gw senang melihat kebersamaan 2011 dan 2012 saat ini, gw seneng ngeliat sekre yang rame, tapi gw juga sedih pas ngeliat orang-orang yang tadinya sering ke sekre sedikit demi sedikit berkurang. Sedih.

Tentang ngatur secara keseluruhan, jauh dari berhasil. Kalau ga ada inisiatif dari mereka, gw yakin ga bakal berjalan seperti ini. Thanks anak-anak kaderisasi tahun lalu. Sekarang gw mengalami masa galau dan takut. Banyak kejaran yang belum gw urus. Acara besar yang keliatannya gw biarin diurus sama panitia, walaupun sebenernya gw mikirin terus, tapi ga keliatan, dan gw pengen bener2 bantu. Sebenarnya. Ketua kaderisasi berikutnya, OHU yang belum diurus, kelulusan angkatan atas yang belum gw siapin syukwisnya. pencarian dana juga belum. Apalagi pemilihan ketua baru. Gw merasa belum kerja apa-apa. padahal september udah deket. September. dua bulan KP, tambah agustus, jadilah september. damn. gw merasa ga siap. gw takut acaranya gagal, acarnya gajadi, gw takut mereka yang jadi panitia kecewa dan hilang dari pasopati. gw takut duit kami habis untuk ngadain acara ini karena ga dapet sponsor. kalau mau di list banyak banget ketakutan ini sebenernya. dan yang gw takutin akhir-akhir ini, setelah gw mempunyai status baru. anak-anak pasopati udah tau beberapa tentang status baru ini. gw takut, mereka mengaggap gw ga profesional, gw terdistraksi karena hal ini. ga banget. ga banget. itu ga bener.

kalau dipikir lagi, memang ga semuanya menakutkan. semuanya bisa diatasin. pasti. dengan rendah hati, dan pikiran yang lebih tenang. help me help me help me. Lord. bikin prioritas harian ternyata masih susah, dan belum terbiasa. sepertinya udah terlalu sombong juga ngerasa bisa tanpa doa. tapi akhir-akhir ini setelah tau keadaan seperti ini, gw ga bisa apa-apa lagi Tuhan, gw menyerahkan semuanya. guide me. please. thank you.

and for you, na, i need support. really. remind me to be responsible. force me to think about what to think. pray for me. pray with me. force me to search Him first. thank you. thank you na.

It’s Learning to Love

worth a read

During a seminar, a woman asked,” How do I know if I am with the right person?”

The author then noticed that there was a large man sitting next to her so he said, “It depends. Is that your partner?” In all seriousness, she answered “How do you know?” Let me answer this question because the chances are good that it’s weighing on your mind replied the author.

Here’s the answer.

Every relationship has a cycle… In the beginning; you fall in love with your partner. You anticipate their calls,want their touch, and like their idiosyncrasies. Falling in love wasn’t hard. In fact, it was a completely natural and spontaneous experience. You didn’t have to DO anything. That’s why it’s called “falling” in love.

People in love sometimes say, “I was swept of my feet.”Picture the expression. It implies that you were just standing there; doing nothing, and then something happened TO YOU.

Falling in love is a passive and spontaneous experience. But after a few months or years of being together, the euphoria of love fades. It’s a natural cycle of EVERY relationship.

Slowly but surely, phone calls become a bother (if they come at all), touch is not always welcome (when it happens), and your spouse’s idiosyncrasies, instead of being cute, drive you nuts. The symptoms of this stage vary with every relationship; you will notice a dramatic difference between the initial stage when you were in love and a much duller or even angry subsequent stage.

At this point, you and/or your partner might start asking, “Am I with the right person?” And as you reflect on the euphoria of the love you once had, you may begin to desire that experience with someone else. This is when relationships breakdown.

The key to succeeding in a relationship is not finding the right person; it’s learning to love the person you found.

People blame their partners for their unhappiness and look outside for fulfillment. Extramarital fulfillment comes in all shapes and sizes.

Infidelity is the most common. But sometimes people turn to work, a hobby, friendship, excessive TV, or abusive substances. But the answer to this dilemma does NOT lie outside your relationship. It lies within it.

I’m not saying that you couldn’t fall in love with someone else. You could. And TEMPORARILY you’d feel better. But you’d be in the same situation a few years later.

Because (listen carefully to this):

The key to succeeding in a Relationship is not finding the right person; it’s learning to love the Person you found.

SUSTAINING love is not a passive or spontaneous experience. You have to work on it day in and day out. It takes time, effort, and energy. And most importantly, it demands WISDOM. You have to know

WHAT TO DO to make it work. Make no mistake about it.

Love is NOT a mystery. There are specific things you can do (with or without your partner), Just as there are physical laws Of the universe (such as gravity), there are also laws for relationships. If you know how to apply these laws, the results are predictable.

Love is therefore a “decision”. Not just a feeling.

Remember this always: God determines who walks into your life. It is up to you to decide who you let walk away, who you let stay, and who you refuse to let GO!

Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2946721444087&set=a.1105471133980.13032.1742843377&type=1&ref=nf (10 April 2013).

Siluet

Here is some sillouethe from my close friend with their lovers.

Very happy for each of them, and hope they can be a partner in sadness, hapiness, and a partner to seek God.

andrewI know the man, and I know how happy he is now. His guitar technique improve rapidly because he want to sing with the girl. And he said to me “Everyday I can meet her. Everyday man, damn it. I’m so excited. God’s way is the best”agungThis boy, pure heart, humourist, generous, humble, great great pianist who found great great pianist too, which make a great great couple. And as someone who share the same family name, I say, “Good job, man.”

garyI only know the boy, again. Strong, firm, wild. But the girl tame him. Their love can reveal the other side of him. He was a boy with a focus in his body appearance, but, when he meet her, he became a little bloated. Haha. In a good way of course.

That’s for now. Hope to see them in all white gown and black tuxedo. In two or three or four years later. Don’t forget to invite me fellas. And give me a plus one, because I wont come alone 🙂

and, before we end this. This is mine. I don’t want to search again. I want to keep this one. I dont choose her carelessly. Now, the first step is done. We must set our sail. The journey is still far far away from here. We want to build our city together, brick by brick. In sadness, happiness, and all other -ness. God help us. I love her. Amen.

me

Oh, UN itu Begini?

Yeah, UN. Ujian Nyontek

Ninok Eyiz's Journey

Tahun ini pertama kali saya memperoleh kehormatan sebagai pengawas Ujian Nasional! Wow. Saya menyebut kehormatan karena sejak bertugas sebagai guru PNS, baru tahun ini saya mendapatkan kesempatan. Keren sekali rasanya. Hi hi 😀

Jauh-jauh hari sebelum UN, saya melakukan survei kecil-kecilan ke teman-teman guru. Hasil surveinya sangat menarik dan membuat saya penasaran. Mereka bilang kalau nantinya pengawas itu akan jadi boneka di ruang ujian. Waktu saya tanya, Kenapa? Kok gitu? Mereka menjawab, “Ntar kamu tahu sendiri”. Nah looh..


View original post 1,335 more words

Blue Personality

While you may not exhibit all the character traits of a personality color blue as listed here, if blue is your favorite color you will find yourself somewhere in the description. You may also find you exhibit some of the negative traits, particularly when you are stressed.

  • With a personality color blue as your favorite color you are conservative, reliable and trustworthy – you are quite trusting of others although you are very wary in the beginning until you are sure of the other person. At the same time, you also have a deep need to be trusted.
  • You are not impulsive or spontaneous – you always think before you speak and act and do everything at your own pace in your own time. You take time to process and share your feelings.
  • You are genuine and sincere, and you take your responsibilities seriously.
  • Having a personality color blue means you have a deep need for peace and harmony in your everyday life – you don’t like having your feathers ruffled. You would benefit from daily meditation and quiet time for reflection, introspection and self-discovery.
  • You appear to be confident and self-controlled, but may be hiding your vulnerable side.
  • Being a personality color blue means you are generally fairly even-tempered, unless your emotions take over – then you can become either moody and over-emotional, or cool and indifferent.
  • You are sensitive to the needs of others and caring with your close circle of friends. While you are friendly and sociable, you prefer the company of your own close group of friends.
  • You are a rescuer and love to be needed but one of your lessons is to learn to love yourself first – you live from your heart and are always busy putting the needs of others first.
  • You can be rigid – you like to stick to what is familiar to you and it is hard to sway you from your path – you stubbornly do things your way even if there is a better way.
  • You need to have direction & order in your living and work spaces – untidiness and unpredictability overwhelm you.
  • You don’t like to draw attention to yourself – you prefer to be in the background.
  • While you don’t like to have discord or conflict in your life, you are often the cause of conflict with others; you can be quite manipulative but in a very subtle way.
  • You make a loyal and faithful marriage partner and you are an honest, trustworthy and sincere friend. You form strong attachments, but risk a tendency to become codependent.
  • You can be quite emotional, aware of others feelings and sensitive to the moods of others.
  • You are sentimental and love things from the past. You cry easily at sad movies.
  • You compare the present to the past, looking to authority figures, parents, bosses or other leaders, to support your beliefs about the world.
  • You are approachable and friendly, always making people feel welcome in your life.
  • You have a thirst for knowledge in order to gain wisdom and appear knowledgeable in whatever area interests you.
  • You are spiritual or religious with a high degree of devotion to family, God, or other causes that are important to you.
  • You can be too cautious and worry about every little thing.
  • If reacting negatively, you are prone to self-pity.

Tuhan, hamba sedih

sakit. kecewa. lagi-lagi pecah jerawat ini. pecahnya keroyokan. sekali tiga. darah yang keluar sangat terasa menyebalkan. semua tiba-tiba terasa mengesalkan. karena perih, sakit, kesel, capek. bukannya ga berusaha ngobatin. banyak banget yang dari dulu udah dilakuin. ga tau lagi berapa ratus ribu udah dikeluarin sama mami demi jerawat ini hilang. saya sedih. kenapa ga hilang-hilang. kenapa Tuhan? kau berfirman bahwa semua orang mencerminkan kemuliaan Tuhan (2 Kor 3:18). semua ciptaanmu bahkan tanaman pun mencerminkan kasihMu.

saya merasa sedih dengan ini semua. sepele kalau kata orang. ga peduli mukanya jerawatan asal hatinya baik. tapi ga bisa boong, aku sedih Tuhan. sudah kucoba mencuci muka setiap hari. setiap pulang rumah. bahkan ga malu lagi bawa sabun cuci muka ke kampus. obat yang dikasih sama mami aku makan Tuhan. aku nurut kalau disuruh apapun sama mami, soalnya mami sedih kalau aku ga nurut. mami tentu tetep sayang ama aku kan walaupun aku jerawatan, tapi aku tau Tuhan, dia juga pengen ini hilang. ga berani liat mami setiap abis mami cium pipi aku, rasanya aku ga nurut sama perintahnya buat cuci muka. sekarang aku udah muak sama obat-obat itu Tuhan. krim malem, krim pagi, krim krim krim. dokter pun udah cuma kayak kaset diulang ulang. malah sekarang ga ngerti, kenapa bisa sampe pengaruhin mood gini. mau kerjain tugas jadi ga jadi jadi. salah sih.

hmm, apa rencanaMu Tuhan? agar aku deket sama mami? biar aku belajar rendah hati? biar aku vegetarian? biar aku rindu disempurnakan? biar aku terus mempercantik hati? agar aku tidak sombong? agar aku penurut? sabar? rajin? tekun? menyerahkan semuanya, bahkaan minum obat sama Engkau? agar aku belajar mengurangi stress? agar aku tidak begadang? agar aku dapet jodoh yang tulus mencitaiku? apapun itu, aku yakin Engkau tidak pernah membiarkanku. bahkan sekarang, dengan menulis inipun aku sudah lebih tenang Tuhan. Terimakasih. Maafkan hamba yang mempermasalahkan hal seperti ini. terimakasih sudah memberiku jawaban.

 

YOHANES 9:3 ” … karena pekerjaan-pekerjaan Tuhan harus dinyatakan dalam dia.”

Hongpimpa dulu

Image

Hompimpa atau hompimpah atau yang sebutan aslinya hongpimpa adalah sebuah cara untuk menentukan siapa yang menang dan kalah dengan menggunakan telapak tangan yang dilakukan oleh minimal tiga peserta. Secara bersama-sama, peserta mengucapkan kata hom-pim-pa.

Ketika mengucapkan suku kata terakhir (pa), masing-masing peserta memperlihatkan salah satu telapak tangan dengan bagian dalam telapak tangan menghadap ke bawah atau ke atas. Dalam budaya Betawi, hompimpa dilakukan dengan lagu berlirik

“Hompimpa alaium gambreng.
Mpok Ipah pakai baju rombeng.”

Pemenang adalah peserta yang memperlihatkan telapak tangan yang berbeda dari para peserta lainnya. Ketika peserta lainnya sudah menang, peserta yang kalah ditentukan oleh dua peserta yang tersisa dengan melakukan suten (suit/suwit).

Biasanya hompimpa digunakan oleh anak-anak untuk menentukan giliran dalam sebuah permainan. Sewaktu bermain (petak umpet misalnya), anak yang kalah hompimpa mendapat giliran sebagai penjaga pos.