“Thank You, Thank You, Thank You” said the traveler

celebrate the day! ooo oooo oooooo.. celebrate the day! ini adalah kalimat pertama yang dilontarkan sang penjelajah di hari dimana lompatan itu dilakukan.

semua perjuangannya selama 5 hari mencari bahan, dilakukannya untuk ini. lompatan itu terasa begitu lama, begitu menegangkan, seakan dia bisa jatuh kapan saja saat berada di udara. meter demi meter berlalu, ternyata kejadiannya berlangsung sangat cepat, dia sudah merasakan kerasnya tanah lagi. namun ia tidak sadar, matanya masih terpejam, dirabanya tanah tempat ia terjatuh. tanah. bukan duri. terimakasih Tuhan, terimakasih Tuhan. terimakasih Tuhan. belum sempat ia berdiri, sang ratu sudah ada disampingnya. ia tersenyum, lalu memeluk sang penjelajah. Engkau berhasil! Saya tidak percaya! Kamu benar-benar melakukannya. Saat kau melompat, aku segera berlari.

Sang penjelajah hanya bisa tersenyum, diceritakannya perjuangan mencari bahan-bahan pada sang putri. Sang putri mendengarkan dengan senang hati, sambil membalut luka di tangan pangerannya. Mereka menghabiskan waktu disana, bercerita, hingga tiba malam. Sang putri terkejut, ia lupa bahwa mereka belum masuk ke dalam istana. Dipersilakannya sang penjelajah masuk, lalu dibuatkannya minuman. Sang penjelajah sangat kebingungan berada di dalam istana itu. Ia tidak menyangka bahwa putri itu sekarang benar-benar ada di jangkauan tangannya. Ia bisa melihat warna bola mata sang putri. Hitam. Secerah langit malam itu. Lalu sang putri mengajaknya melihat pemandangan dari atas menara. Indah. Sang penjelajah mengagumi keindahan malam itu, tapi yang lebih ia perhatikan adalah sang putri. Ia harus menjaganya sekarang. Putri sangat cantik, terlihat ada tanda kesedihan yang baru saja menghilang. Putri sangat pintar memilih pakaian, sangat indah dipandang, dan terlihat sangat nyaman, Lalu ia melihat sekeliling kerajaan. Ia harus memangkas semak belukar yang ada di luar istana ini, ia harus memperkokoh pertahanan dinding-dinding kerajaan. Ia harus membiasakan diri dengan ruangan-ruangan di dalam kerajaan tersebut, karena tentunya kerajaan tersebut berbeda dari dalam dan luar, ia harus mempelajari sifat-sifatnya agar tidak tersesat. Ia menatap kembali ke putri. Untuknya, ia yakin ia bisa. Bukan. ia yakin mereka bisa.

Seminggu sudah berlalu. Para pangeran dari negeri sebrang sudah mulai mengetahui bahwa kerajaan sudah kembali dibangun. Bendera kerajaan sudah mulai berkibar, walaupun baru 3 buah. Jalan akses ke luar sudah dibersihkan. Pintu gerbang sedang diperindah. Untuk mengisi waktu mereka yang sangat banyak dan berharga, mereka menciptakan suatu kegiatan rutin setiap malam sebelum tidur. Mereka membahas buku dari perpustakaan kerajaan. Karena, untuk kembali memerintah, dasar mereka harus kuat. Selagi mempersiapkan kerajaan, mereka juga mempersiapkan mental mereka melalui bacaan.

Sang penjelajah setiap harinya sibuk mengitari kerajaan, melihat bagian mana yang paling lemah, sehingga bisa diperkuat lagi. bagian mana yang bisa diperbaiki dan diperindah. Sang putri mengikuti, tetapi ada kalanya ia menunggu dengan sabar di dalam, memainkan alat musik untuk menambah semangat pangerannya.

Tanpa disadari, 5 pasang mata terus mengawasi mereka dari kejauhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s