Pengalaman (Bukan) Adalah Guru yang Terbaik

Kalimat judul post ini pasti diketahui semua orang. Entah dari orangtuanya, entah dari guru sd, atau dari tulisan kecil yang ada di bagian bawah buku tulis sinar dunia. Jadi, apakah kalian setuju?

Banyak dari kalian pasti mengatakan sangat setuju.

Seperti yang dilakukan oleh orang pintar yang biasanya orang Cina, kalimat kalimat seperti ini sering diturunkan kepada anak-anak mereka. Kalimat-kalimat mutiara sangat banyak dalam perbendaharaan kalimat mereka. Tapi, kalimat ini bukan hanya diberikan begitu saja. Ada kalimat-kalimat lain yang mengekor di belakangnya. Petunjuk yang sebenarnya tersimpan di dalam rahasia otak para orang bijaksana ini. Mereka hanya memulainya dengan satu kalimat ini “Pengalaman adalah guru yang terbaik”. Tapi karena manusia hanya ingin yang sederhana, (semakin sederhana semakin indah, semakin mini semakin indah), oleh karena itu kalimat-kalimat setelahnya dipotong begitu saja dan tinggallah 5 kata diatas. Para filsuf tidak pernah berbicara hanya satu kalimat saja, dan setiap kali mereka menyatakan sesuatu, pastilah langsung berhadapan muka dengan muka, sehingga semua pertanyaan dan sanggahan, kritik dan saran bisa dikirimkan langsung kepada mereka tanpa menunggu perubahan dimensi ke 2 dan 4 yaitu jarak dan waktu.

Karena ingin simpel nya manusia, semua itu dihilangkan, penyebaran nasihat menjadi disederhanakan. Mereka berpikir bahwa dengan menuliskan 5 kata tersebut di bawah buku tulis Sinar Dunia, mereka bisa mengubah dunia. Tapi tidak, perlu lebih dari itu. Andai kata mereka menuliskan “Pengalaman adalah guru yang terbaik. Untuk mengetahui artinya silahkan hubungi 021-8888-9999” sungguh sangat membantu. Tidak ada kesalahpahaman dan distorsi dari setan yang akan merasuki orang-orang yang membacanya dan pesan yang dimaksudkan benar-benar tersampaikan.

Jadi apa sebenarnya kesalahan yang terjadi dan apa yang sebenarnya dimaksudkan dari nasihat diatas? Saya mempunyai banyak waktu dan saya berpikir, saya mencari referensi dan inilah yang saya temukan.

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Pertama, pengalaman siapa? Pengalaman kita sendiri? Pengalaman orang lain? Ya, semua pengalaman bisa dijadikan pelajaran dan contoh. Tapi sering kali orang hanya memandang pesan ini dengan pengalaman diri sendiri. mereka membuat excuse bagi dirinya untuk berbuat kesalahan karena kalimat ini. Padahal sudah sering diperingati oleh orang lain yang sudah mengalaminya, tapi dengan pikiran yang dangkal, ia ingin mengalaminya sendiri dan mencoba membuktikan apa yang sudah jelas dibuktikan. Bisa dibilang manusia itu sering jatuh ke lubang yang sama karena alasan ini. Kita tidak berkembang karena tidak mau mendengar pengalaman orang lain, dan tidak mau belajar darinya. Kita hanya ingin mengalaminya sendiri, dan baru benar-benar percaya dan membuat skripsi yang sudah pernah dibuat oleh orang lain. Memilih jatuh di tempat yang sudah pernah orang lain jatuh. Percayalah, pengalaman yang dimaksud juga mencakup pengalaman orang lain.

Kedua, pengalaman bisa saja baik bisa saja buruk. Tapi manusia dengan akal yang sudah dinodai ini, hanya dapat mengingat pengalaman buruk dan susah sekali melihat pengalaman yang baik untuk waktu yang lama. Kita lebih tergerak untuk tidak melakukan sesuatu karena hal buruk yang akan terjadi kepada kita, tapi sangat susah untuk melakukan sesuatu padahal sudah dinyatakan bahwa akan ada hal indah yang kita dapat setelah melakukannya. Ini mungkin adalah kesalahan pendidikan jaman sekarang. Pada waktu kita kecil, sering kali dinasihati oleh orang tua kita dengan cara diancam. “Jangan lari, ntar mama pukul”, “kalau jatuh, nanti luka loh” dan sebagainya dan sebagainya. Tapi ada juga orang tua yang mengatakan seperti ini “duduk manis, nanti mama kasih kue”, “jangan lari-lari, nanti kita beli mainan”. Saya sebenarnya tidak tahu mana yang baik mana yang benar, karena belum merasakannya. Tapi pasti ada efek dari kalimat-kalimat itu. Kadang kita jadi melihat dunia ini sebagai sesuatu yang mengerikan, semuanya mendatangkan bahaya. Kadang kita juga hanya mau melakukan sesuatu jika ada imbalannya, gift oriented. Bagaimana seharusnya? Bukan hanya pengalaman buruk yang menjadi guru terbaik, tetapi pengalaman yang indah juga harus dibagikan ke orang lain. Bagikanlah sebanyak-banyaknya pengalaman indah kita kepada orang lain agar mereka bisa mengikuti jejak yang sudah kita buat.

Ketiga, mungkin ini salah satu cara yang digunakan setan untuk menyesatkan pikiran manusia. Guru terbaik adalah Tuhan. bukan pengalaman. Jika kita berguru kepada pengalaman, kita bisa mendapat hal yang baik dan juga lebih banyak lagi hal yang buruk. Tetapi, jika kita berguru kepada Tuhan, semua akan menjadi baik, karena Ia tau yang terbaik.

Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan

Tidak lengkap jika tidak disertai dengan aplikasi langsung. Dan karena saya anak muda, saya akan memberikan contoh yang sangat disukai oleh anak muda. Pacaran.

Pacaran merupakan pengalaman bukan? Banyak hal yang belum kita rasakan sebelum berpacaran akan kita temui dalam masa ini. Disini saya tidak mau membicarakan kapan harus pacaran, bagaimana pacaran, apakah pacaran boleh atau tidak, tapi saya hanya ingin memberikan satu sudut pandang lain.

Pernahkah kalian ingin berpacaran dengan seseorang dan langsung saja menembaknya? Apakah kalian pernah merasa ingin merasakan pengalaman pacaran itu sendiri tanpa tuntunan siapa-siapa, atau kalaupun ada, dari nasihat teman-teman kalian yang sebaya saja? Apa kalian merasa jika kalian punya banyak pacar artinya pengalaman kalian juga banyak? Apa kalian menjadikan ketidaktahuan kalian akan sesuatu dalam hal pacaran menjadi excuse sehingga bisa berbuat salah dan kalau sudah tingkat parah sampai berbuat dosa? Pernahkah anda dilarang oleh orangtua dalam suatu hal tentang pacaran dan anda tidak mendengarnya? Pernahkah anda mengkonsultasikan pacaran dengan orang yang berpengalaman seperti orang tua anda?

Kita jawab dalam hati masing-masing

Semua itu tidak salah, saya tidak akan mengatakan mana yang salah mana yang benar, karena tertulis

1Korintus 10:23. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

Ingin mencoba sesuatu sendiri memang boleh. Tapi apa itu berguna? Jika sudah ada pengalaman yang pasti yang sudah jelas terlihat akibatnya dan kita menghiraukannya dengan alasan ingin mencoba sendiri? Orang tua punya pengalaman lebih dari kita. Pengalaman buruk, baik, semua ingin dibagikan mereka kepada kita agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dan jatuh ke lubang yang sudah penuh sesak itu.

Turutilah orang taumu, karena mereka hanya ingin yang terbaik bagimu. Siapa lagi yang dapat memberikan pelajaran hidup secara gratis dan menyenangkan selain orang tua kita sendiri? Tapi ingat, pengalaman mereka bukanlah guru yang terbaik juga. Larilah kepada Tuhan, dan Ia akan memberikan nasihat terbaik padamu. Orang tua adalah wakil Tuhan di dunia ini. Jadi, dengarkanlah pengalaman dan nasihat orang tuamu. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s