Month: November 2013

2 Kor 6 : 1-10 Paulus dalam pelayanannya

LINK : Paulus dalam pelayanannya

1) Jangan menyia-nyiakan kasih karunia Tuhan, yang telah kita terima.Tuhan telah mengaruniakan kasihNya kepada kita, dengan gratis, dari atas kayu salib. Apakah kita bisa dengan santainya berkata “Ah, terima kasih lah Yesus, Kau sudah mati bagiku, sekarang aku mau main-main saja di dunia ini, pengorbananmu kan “cukup“”. Tidak. Kasih karunia itu terlalu besar bagi kita. Kita tidak layak sebenarnya. Yesus yang tanpa dosa itu, harus mati, yang seharusnya Ia tidak mendapat bagian apapun dalam kematian, agar kita, yang sangat sangat berdosa ini, bisa memiliki hidup, yang seharusnya kita tidak mendapat bagian apapun dalam kehidupan. Setiap luka dalam tubuh sang anak domba itu, yang tadinya tak bercacat, adalah karena kita. Yesus adalah KORBAN KITA. Dan kita menyia-nyiakannya? Sungguh surga bukanlah tempat kita. Jadi hiduplah dalam pengharapan, hiduplah dalam penurutan, hiduplah dalam Yesus.

2) Dalam segala hal, harus menunjukkan kita adalah pelayan Tuhan.Paulus mengeluarkan banyak contoh dalam hal apa saja kita harus menunjukkan bahwa kita adalah pelayan Tuhan. Ministers of God. Pelayan Tuhan harus sabar, penderitaan, kesukaran, penjara, berpuasa, kemurnian hati, pengetahuan, kasih yang tidak munafik, pemberitaan kebenaran, menggunakan senjata keadilan untuk menyerang atau membela (harus menunjukkan sifat pelayan Tuhan), ketika dihormati, dihina, dianggap sebagai penipu, sebagai orang miskin (namun memperkaya banyak orang), sebagai orang takĀ  bermilik (namun memiliki segala sesuatu).

Pengetahuan : apakah kita sudah menunjukkan bahwa kita adalah pelayan Tuhan? Apakah kita merasa lebih pintar dari Tuhan kita?Pemberitaan kebenaran : bagaimana pelayan Tuhan memberitakan kebenaran? Lihat Paulus. Mengesampingkan pekerjaannya untuk pekerjaan yang lebih besar.
Dihormati : bagaimana pelayan Tuhan ketika dihormati? Sebagai pelayan, tidak boleh menerima hormat, Tuan kitalah yang layak menerima hormat tersebut. Ingat cerita Gehazi.
Dihina, dianggap sebagai penipu : pelayan Tuhan sangat tidak enak yah, dihina, dianggap penipu, padahal kita mengabarkan berita baik. Paulus sendiri bukannya tidak pernah dihina atau dianggap penipu. Itu sudah menjadi makanan sehari-harinya. Bagaimana dengan kita? Apa kita siap ketika dihina, tetap menunjukkan kasih Tuhan kepada mereka?
Miskin dan tak bermiilik : menjadi pelayan berarti semua kepunyaan kita bukanlah kepunyaan kita. Semuanya milik Tuan kita. Kita hanyalah orang yang dipercaya untuk memegang dan mengurusi barang perkakasNya. Tidak boleh bermegah sedikit pun. Bahkan kita harus menggunakan semua alat ini untuk pekerjaan Tuan kita. Tugas yang dipesankan sebelum Ia pergi ke surga, menjadikan semua bangsa muridNya (Mat 28:19-20)

semoga kita dapat menempatkan diri kita sebagai pelayan Tuhan yang telah diselamatkan, dalam keseharian kita, bukan sebagai Anak Tuhan saja, apalagi Anak Tuhan yang tidak tahu berterimakasih.