Month: July 2014

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA)

APA ITU JSA?

Metoda penuntun mempelajari suatu pekerjaan untuk menemukan bahaya-bahaya yang terkandung di dalamnya. Dengan dikenalnya bahaya-bahaya kerja maka dibuat sebuah prosedur kerja yang tepat untuk mengurangi atau menghilangkan bahaya-bahaya tersebut untuk mencegah kecelakaan

KAPAN JSA DIPERLUKAN?

  • JSA harus dibuat pada setiap KEGIATAN KRITIAL
  • JSA dibuat SEBELUM kegiatan dimulai
  • JSA terus berkembang menyertai setiap proses kegiatan sehingga SELALU perlu DISEMPURNAKAN

 CONTOH KEGIATAN KRITIKAL

  • Tes tekanan sumur dan peralatan
  • Cementing, fracturing, acidizing
  • Pengoperasian crane angkat berat
  • Bongkar muat kapal dan tongkang
  • Transportasi explosive di darat dan di air
  • Membangun tangki minyak
  • Pekerjaan di atas dan di dalam air
  • Pekerjaan las pipa gas dan minyak

 PROSES JSA

JSA dibuat oleh :

  • Grup/personil yang akan mengerjakan pekerjaan
  • Ditandatangani oleh group leader
  • Dilampirkan pada work permit
  • Diserahkan kepada supervisor

 Supervisor memperlajari JSA dan memastikan :

  • Langkah-langkah pekerjaan sudah lengkap
  • Semua bahaya teridentifikasi dan terkontrol

 KEUNTUNGAN LANGSUNG

  • Memperkecil peluang terjadinya kecelakaan
  • Meningkatkan kesadaran pekerja mengenai keselamatan

 KEUNTUNGAN TIDAK LANGSUNG

  • Membangun partisipasi pekerja
  • Melatih berpikir sebelum bertindak
  • Melatih cara kerja yang benar

 PELATIHAN JSA

  1. Supervisor Lini sebagai instruktur membimbing personilnya membuat JSA dengan menunjukkan langkah-langkah proses pembuatan dan memberikan contoh-contoh
  2. Pihak ketiga yang terlibat dalam pekerjaan disertakan dalam kelompok membuat JSA
  3. JSA lama dapat dijadikan acuan

 MEMBUAT JSA

  1. Pekerjaan yang kompleks diurai menjadi pekerjaan-pekerjaan kecil
  2. Tentukan pekerjaan yang akan dianalisa

    – Susun langkah kerja berurutan

    – Temukan bahaya pada setiap langkah kerja

    – hilangkan atau atasi bahaya

    – Ubah cara kerja menjadi aman

    – Selesaikan JSA

  3. Tetapkan prosedur kerja yang aman
  4. Mengurangi pekerjaan yang kompleks

Contoh :

Penggantian Pipa 8’’ Pipeline

Menjadi :

  • Menggali dan membongkar pipa lama
  • Mengangkat & mengangkut pipa baru
  • Mengelas pipa baru
  • Dst

 

LANGKAH KERJA

  • Dibuat daftar langkah kerja berurutan, bahayanya dan kontrolnya
  • Penulisan dengan sederhana/simple
  • Kalimat dimulai dengan kata kerja

 Tuliskan bahaya setiap langkah

  • Tertimpa, terpukul, terjepit, dsb
  • Tergelincir, tersandung, jatuh, dsb
  • Terbakar, kena radiasi, dsb
  • Sengatan listrik, tenggelam, dsb

 Pencegahan Kecelakaan

  • Alat Pelindung Diri (APD)
  • Alat keselamatan
  • Kondisi fisik tempat atau alat
  • Metoda yang lebih aman
  • Lock Out dan Tag Out
  • Dsb

 ANALISA KURANG EFEKTIF

Apabila :

  • Pemipin kelompok tidak ada / berfungsi
  • Pemahaman pekerjaan kurang
  • Partisipasi peserta rendah
  • Kelompok kerja terlampau besar
  • Gagal memahami masalah
  • Mengulang-ulang JSA lama
  • Bahasan terlalu sederhana
  • Fasilitas pertemuan tidak memadai

 CONTOH FORM JSA

JSA Form

Arti Warna Signage

Colour Meaning or Purpose Instruction & Information Intrinsic Features Example
RED Prohibition/Danger alarm Dangerous behaviour; stop; shutdown; emergency cut-out devices; evacuate Round shape; black pictogram on white background; red edging and diagonal line; red part to be at least 35% of the area of the sign    Prohibition NoNakedLight 01 150x150 Safety Signs, Symbols and Colour Codes – a simple guide

YELLOW

or

AMBER

Warning Be careful; take precautions; examine Triangular shape; black pictogram on yellow background with black edging; yellow part to be at least 50% of the area of the sign  Hazard 01 150x150 Safety Signs, Symbols and Colour Codes – a simple guide
BLUE Mandatory Specific behaviour or action e.g. wear personal protective equipment Round shape; white pictogram on blue background; blue part to be at least 50% of the area of the sign  Mandatory ProtectiveEyewear 01 150x150 Safety Signs, Symbols and Colour Codes – a simple guide
GREEN Emergency escape; first aid. No danger Doors; exits; escape routes equipment and facilities Return to normal Rectangular or square shape; white pictogram on green background; green part to be at least 50% of the area of the sign  1090 150x150 Safety Signs, Symbols and Colour Codes – a simple guide

RED

(fire-fighting signs)

Fire fighting equipment Identification & location Rectangular or square shape; white pictogram on red background; red part to be at least 50% of the area of the sign  1117 150x150 Safety Signs, Symbols and Colour Codes – a simple guide

Cities

“The cities are filled with temptation. We should plan our work in such a way as to keep our young people as far as possible from this contamination. The children and youth should be carefully guarded. They should be kept away from the hotbeds of iniquity that are to be found in our cities. “ {AH 136.2} 

Pertolongan Pertama Pada Penderita Luka

Pengetahuan ini akan berguna bagi diri anda, teman dekat anda, bahkan orang yang tidak anda kenal, suatu saat  jika anda digigit oleh ganteng-ganteng serigala.  Selamat menikmati.

 

1. Luka tidak boleh disentuh dengan tangan

Basuhlah luka dengan air dan obat antiseptik bila luka tampak kotor. Tutuplah segera luka dengan pembalut luka yang steril dan kering; jangan membalut luka dengan bahan kain lain seperti saputangan, kain bekas, atau pita. Apabila bahan yang steril tidak tersedia, lebih baik luka dibiarkan terbuka.

Pembalut luka hanya dapat menahan luka yang dangkal. Pada waktu membalut luka, usahakan agar bagian badan yang terluka diangkat ke atas. Apabila luka sangat dalam dan banyak mengeluarkan darah, cegahlah pendarahan seperti itu dengan cara tersebut dalam 2 a).

2. Macam-macam luka

a) Pendarahan arteri

Pendarahan arteri dapat diketahui karena darah memancar dari luka. Cobalah menghentikannya dengan membalut luka kuat-kuat dengan pembalut steril. Jika dengan cara ini tidak berhasil, tekuklah bagian badan yang terluka itu pada sendinya, misalnya pada lutut, siku, atau sendi paha, sampai batas maksimum; kemudian sementara ditekuk, tepat di atas luka ikatlah bagian badan itu dengan pita kain atau sabuk. Jika masih belum juga berhasil, gunakanlah torniquet. Jika torniquet tidak ada, himpitlah arteri bersangkutan dengan kedua ibu jari yang diletakkan sejajar pada tempat tersebut.

b) Luka pada mata

Tutuplah kedua mata dengan kasa steril meskipun cuma satu mata yang terluka. Jika luka disebabkan oleh bahan kimia seperti soda, asam keras, amonia, cucilah mata dengan air bersih. Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk membuka mata selebarlebarnya.

c) Luka bakar

Jika pakaian dari orang yang bersangkutan masih terbakar, cegahlah orang tersebut berlari-lari. Lemparkan ke tanah, matikan nyala api dengan membungkus orang tersebut dengan selimut, atau menggulingkan badan orang tersebut ke tanah. Bekas-bekas pakaian terbakar yang masih menempel pada badan tidak boleh dihilangkan. Kulit yang melembung tidak boleh disudat/dipecahkan.

Balutlah luka bakar dengan pembalut khusus untuk luka bakar (konsteril) dan balut longgar. Cegah penggunaan tepung, minyak atau salep untuk luka bakar. Apabila luka bakar sangat luas, tidak boleh dipakai pembalut sama sekali. Usahakan melindungi penderita luka bakar dari kedinginan (di tempat-tempat yang berhawa dingin) dengan menyelimutinya dan menjaga agar selimut tidak kena luka bakar. Bila penderita shock (gugat), baringkan korban dengan kepala lebih rendah dan segera kirim ke rumah sakit.

d) Luka bakar karena bahan kimia

Apabila luka bakar di bagian luar, maka buka pakaian penderita dan segera siram dengan air bersih yang banyak untuk melarutkan bahan-bahan kimia tersebut. Setelah itu balut luka seperti halnya luka bakar api. Apabila luka bakar di dalam, misalnya penderita telah terminum asam keras, segera penderita beri minum air dan secepatnya bawa ke rumah sakit.

e) Dalam keadaan pendarahan di dalam badan (dari paru-paru atau perut) baringkan penderita dan jaga agar penderita tetap tenang. Hanya dokter yang dapat menolong atau kirim segera penderita ke rumah sakit. Apabila luka di dalam badan akibat pukulan yang keras pada perut atau kepala, biasanya penderita merasa mual dan muntah, penderita tidak boleh diberik minum atau makan. Kirimkan penderita segera ke rumah sakit dengan mengusahakan agar penderita selalu diam dalam keadaan berbaring.

Tarif Dasar Listrik dan Persen Kenaikannya

Golongan

Awal

1-Jul

1-Sep

1-Nov

I-3

864

12%

964

12%

1,075

12%

1,200

R-2

1,145

6%

1,210

6%

1,279

6%

1,352

R-1

1,004

10%

1,109

10%

1,224

11%

1,353

R-1

997

9%

1,090

11%

1,214

11%

1,352

P-3

864

28%

1,104

11%

1,221

11%

1,352

P-2

1,062

2%

1,081

5%

1,139

5%

1,200

 

Golongan

Keterangan

Kapasitas

R-1

Rumah tangga kecil

450 VA – 2200 VA

R-2

Rumah tangga menengah

3500 VA – 5500 VA

R-3

Rumah tangga besar

6600 VA ke atas

I-1

Industri kecil

450 VA – 14 kVA

I-2

Industri sedang

14 kVA – 200 kVA

I-3

Industri menengah

200 kVA keatas

P-1

Pemerintah kecil dan sedang

450 VA – 200 kVA

P-2

Pemerintah besar

200 kVA keatas

P-3

Penerangan jalan umum