Pertolongan Pertama Pada Penderita Luka

Pengetahuan ini akan berguna bagi diri anda, teman dekat anda, bahkan orang yang tidak anda kenal, suatu saat  jika anda digigit oleh ganteng-ganteng serigala.  Selamat menikmati.

 

1. Luka tidak boleh disentuh dengan tangan

Basuhlah luka dengan air dan obat antiseptik bila luka tampak kotor. Tutuplah segera luka dengan pembalut luka yang steril dan kering; jangan membalut luka dengan bahan kain lain seperti saputangan, kain bekas, atau pita. Apabila bahan yang steril tidak tersedia, lebih baik luka dibiarkan terbuka.

Pembalut luka hanya dapat menahan luka yang dangkal. Pada waktu membalut luka, usahakan agar bagian badan yang terluka diangkat ke atas. Apabila luka sangat dalam dan banyak mengeluarkan darah, cegahlah pendarahan seperti itu dengan cara tersebut dalam 2 a).

2. Macam-macam luka

a) Pendarahan arteri

Pendarahan arteri dapat diketahui karena darah memancar dari luka. Cobalah menghentikannya dengan membalut luka kuat-kuat dengan pembalut steril. Jika dengan cara ini tidak berhasil, tekuklah bagian badan yang terluka itu pada sendinya, misalnya pada lutut, siku, atau sendi paha, sampai batas maksimum; kemudian sementara ditekuk, tepat di atas luka ikatlah bagian badan itu dengan pita kain atau sabuk. Jika masih belum juga berhasil, gunakanlah torniquet. Jika torniquet tidak ada, himpitlah arteri bersangkutan dengan kedua ibu jari yang diletakkan sejajar pada tempat tersebut.

b) Luka pada mata

Tutuplah kedua mata dengan kasa steril meskipun cuma satu mata yang terluka. Jika luka disebabkan oleh bahan kimia seperti soda, asam keras, amonia, cucilah mata dengan air bersih. Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk membuka mata selebarlebarnya.

c) Luka bakar

Jika pakaian dari orang yang bersangkutan masih terbakar, cegahlah orang tersebut berlari-lari. Lemparkan ke tanah, matikan nyala api dengan membungkus orang tersebut dengan selimut, atau menggulingkan badan orang tersebut ke tanah. Bekas-bekas pakaian terbakar yang masih menempel pada badan tidak boleh dihilangkan. Kulit yang melembung tidak boleh disudat/dipecahkan.

Balutlah luka bakar dengan pembalut khusus untuk luka bakar (konsteril) dan balut longgar. Cegah penggunaan tepung, minyak atau salep untuk luka bakar. Apabila luka bakar sangat luas, tidak boleh dipakai pembalut sama sekali. Usahakan melindungi penderita luka bakar dari kedinginan (di tempat-tempat yang berhawa dingin) dengan menyelimutinya dan menjaga agar selimut tidak kena luka bakar. Bila penderita shock (gugat), baringkan korban dengan kepala lebih rendah dan segera kirim ke rumah sakit.

d) Luka bakar karena bahan kimia

Apabila luka bakar di bagian luar, maka buka pakaian penderita dan segera siram dengan air bersih yang banyak untuk melarutkan bahan-bahan kimia tersebut. Setelah itu balut luka seperti halnya luka bakar api. Apabila luka bakar di dalam, misalnya penderita telah terminum asam keras, segera penderita beri minum air dan secepatnya bawa ke rumah sakit.

e) Dalam keadaan pendarahan di dalam badan (dari paru-paru atau perut) baringkan penderita dan jaga agar penderita tetap tenang. Hanya dokter yang dapat menolong atau kirim segera penderita ke rumah sakit. Apabila luka di dalam badan akibat pukulan yang keras pada perut atau kepala, biasanya penderita merasa mual dan muntah, penderita tidak boleh diberik minum atau makan. Kirimkan penderita segera ke rumah sakit dengan mengusahakan agar penderita selalu diam dalam keadaan berbaring.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s