Month: August 2014

Hanya Sekedar Hidup

“Jangan biarkan hidupmu hanya sekedar hidup.”

Saya hampir merasakan seperti itu. Mengapa? Inilah sebabnya. 

Kuliah di jurusan elektro memang tidak pernah terbayang dari waktu saya kecil. Apa itu listrik, apa itu kapasitor, gimana bentuknya, juga baru liat pas masuk kuliah, dan terpaksa membuat barang elektronik untuk tugas pengenalan jurusan. Ya, saya bisa membuatnya, tapi rasanya gak pernah terpikir untuk mempelajarinya kalau ga disuruh. Sampai akhirnya pilih masuk ke jurusan Teknik Tenaga Listrik, karena saya kira ilmunya ga secepat yang lain berkembangnya. Ternyata, saya juga tidak ber passion disana. Lulus, tapi tanpa otak yang terstruktur berpikir keilmuan tersebut. Ya seperti install software, ada pilihan custom install, saya ga ambil semua feature yang bisa diinstall bersama dengan software itu, ya jadi softwarenya ke install, dengan size yang kecil haha. Ilmu ketenagalistrikan saya tau dasarnya, tapi itu pun ga sampe dasar filosofinya, cuma sekedar tau, ditanya berapa nilai resistansi grounding, saya tahu itu seharusnya dibawah 5 ohm, tapi gatau bagaimana cara membuat resistansi 5 ohm, dan saya baru tau setelah kerja, bahwa grounding pit adalah yang bentuknya seperti ini:

DSCN4603

apa yang saya lakukan pas kuliah? hhaha, saya hanya sekedar kuliah. hal itu adalah seperti kewajiban, bisa membuat orang tua senang. ketika libur datang, saya tidak tahu apa yang menjadi hobi saya. Hobi adalah kata yang tidak terdefinisikan bagi saya. I have lived so long without that thing, i thought i can go forward without it too

dan sekarang bekerja sebagai engineer. apa itu engineering. rekayasa, merencanakan sesuatu (dalam hal yang saya kerjakan adalah kelistrikan) dalam sbuah proyek. aku tak merasa sanggup sebenarnya. di tempat kerja cuma saya sendiri yang background kelistrikan, tapi cuma saya yang paling bodoh soal kelistrikan. huff. ya sebagai kroco, bawahan, baru kerja 2 bulan, kerjaan saya cuma kerjakan tugas yang dikasih atasan, pelajari ini itu. Banyak yang saya dapatkan dalam bentuk ilmu, tapi tak terasa sebegitu bahagianya juga kerja. Di tempat kerja, melihat orang yang sudah berumur 30-40, tinggal di jakarta untuk cari duit, dan duitnya dikirim ke kota lain dimana keluarganya tinggal. ada juga, orang yang sampai malam pun masih bekerja, sampai weekend pun masih bekerja. aku tak mau hidup seperti itu. dari dulu saya memang sangat memperhatikan waktu. waktu adalah hal yang paling berharga buat saya. saya hanya kerja di jakarta, tinggal di bekasi, tapi saya ngekos, saya merasa sangat sia-sia waktu yang digunakan di jalan, 3 jam minimal setiap hari habis di jalan. Kata siapa indonesia merdeka? mereka masih dijajah waktu.

tetapi saya tahu tidak boleh lagi ada kesalahan yang sama. 

 

Tony-Gaskins-Inspiration-Picture-Quotes

 

jadi saya akan mulai bikin list apa yang mau saya lakukan dalam hidup saya. menjadi life engineer diri sendiri dulu lah sementara. akan saya follow up jika list versi 0 nya sudah jadi 🙂

Advertisements