Month: October 2014

Voices in the Night [rewrite]

My mum is quite elderly and has a vivid imagination, so when she called me in the middle of the night to say she’d heard a voice speaking to her, I was sceptical.

“something’s wrong,” she said.

“Every so often I can hear someone saying, ‘Hello Valarie.'”

I told her she must have been dreaming and to go back to sleep.

But she called back a few minutes later, clearly worried.

“The voice is still speaking to me,” she claimed. “It’s saying, ‘Hello Valarie.'”

At this point, my husband, who was quietly cursing at having been wakened, realised what it was – the automated voice in my mum’s smoke detector saying, “Low battery.'”

– have a nice day

Advertisements

Meeting / Rapat dan Waktu yang Terbuang

Setiap perusahaan atau organisasi pasti mengadakan pertemuan terjadwal, baik itu mingguan, atau dwi mingguan. Ada juga rapat yang eventual, yaitu pertemuan tak rutin, untuk suatu maksud. Namun, seringkali, kita menganggap semua pertemuan/rapat/meeting adalah sama pentingnya. Tapi, pada kenyataannya, terlalu banyak waktu yang terbuang pada meeting-meeting tertentu, terlalu banyak orang yang diundang, terlalu banyak hal yang dibahas, sehingga meeting malah menghabiskan sesuatu, daripada menghasilkan sesuatu.

Ada tips dari perusahaan luar yang saya suka, sebuah metting harus memiliki 5 komponen penting disingkat PACER.

P – Purpose : setiap meeting harus mempunyai tujuannya masing-masing, baik itu to inform, to discuss, ataupun to decide. Karena, anda akan mempermalukan diri sendiri jika mengadakan pertemuan (apalagi dengan bos) tanpa tujuan yang jelas.

A – Agenda : setiap meeting harus punya agenda/poin-poin yang akan dibicarakan, dibahas, dan segala sesuatu yang tidak diagendakan, jika tidak berkaitan, haram hukumnya untuk dibahas.

C – Code of Conduct 

E – Establish Expectations

R – Roles : contohnya, moderator, time keeper, notulen, dll

Dan, tips yang terakhir (khusus dari saya sendiri), jika suasana mulai tidak kondusif, ubah dari sit down meeting, jadi stand up meeting, sehingga orang tidak mau berlama-lama berdiri, dan mereka akan fokus membahas hal-hal yang penting, dan kita dapat menghemat banyak waktu.

dan, rule of thumbnya, jangan invite terlalu banyak orang ke dalam sebuah meeting, karena jika attendee lebih dari 7 orang, penambahan 1 orang akan memperlambat pengambilan keputusan kurang lebih 10%.

lets achieve something, than just appearing busy

Baru Saja Sembuh

Seorang yang baru saja disembuhkan dari penyakit oleh seorang dokter, pastinya berbahagia. Apalagi kalau penyakitnya itu termasuk penyakit yang parah. Kesenangannya akan menjadi dua kali lipat. Ditambah lagi, jika pada awalnya ia tidak tahu bahwa ia menderita penyakit tersebut, dan ia dapat disembuhkan sebelum penyakit mematikan itu tak terhentikan lagi. Sungguh ia akan merasa sangat bergembira dan beribu ucapan bahagia akan terdengar.dari mulutnya.

Begitu juga pada saat kedatangan Tuhan yang kedua kali, akan ada orang yang diselamatkan dan memasuki kerajaan kekal itu bersama Juruselamat mereka, dan mereka bersama Penebus itu akan kembali ke bumi dan membangkitkan orang yang tidak layak menjadi ahli waris kerajaan. Zombie tersebut pun bangkit. Mereka melihat Tuhan di awan, beserta rombongan malaikat dan para umat tebusan, mereka memberikan protes. Berkata “Mengapa aku tidak ikut ke dalam kemuliaanMu?”. Lalu suara sang Pencipta bergema “Engkau sudah pernah tahu kebenaran, tapi engkau menolaknya, engkau mengetahui kebenaran dan tidak melakukannya, wahai pendusta dan orang-orang munafik.” Lalu dari balik kubur lainnya, terdengar “Aku tahu kebenaran, dan tak melanggarnya sedikit pun, mengapa Engkau tak memperbolehkanku juga?” Dengan suara seperti ombak bergelora, Dia yang duduk di atas takhta menjawab “Hai engkau orang egois, engkau tahu kebenaran, dan melakukannya, tapi mengapa engkau tidak memberitahukannya kepada temanmu, kepada keluargamu, kepada istrimu?” Dan mereka semua terdiam. Hening, siap untuk dilenyapkan selamanya.

Kadang kita tidak sadar bahwa kita belum sepenuhnya merasakan kasih yang mengubah itu. Seperti sang penderita penyakit, yang tak dapat menahan dirinya untuk memberitahukan kepada orang lain apa yang baru saja terjadi kepadanya, bahwa ia tak tahu penyakitnya, dan ketika ia sadar, ia datang kepada seorang dokter dan ia disembuhkan. Sekarang ia telah mengetahui gejala-gejala penyakit yang sama, dan ia dapat melihat hal itu di kehidupan orang lain, yang juga tak menyadari bahwa diri mereka menderita kesakitan tersebut. Dan dengan senang hati, walaupun tak mengenal orang itu, ia memberitahu tentang penyakit itu dan memberitahu dokter yang sanggup mengobatinya. Ia tak berhenti disitu, ia akan menarik tangan orang tersebut, dan membawanya langusng ke dokter, karena mungkin saja tak ada kesempatan lain.

begitu juga dengan iman kita. Apakah kita sudah merasakan disembuhkan oleh Yesus secara pribadi? Ataukah kita hanya mendengar saja dari orang lain? Jika kita sudah merasakan berkat itu secara langsung, dan melihat perubahan yang terjadi kepada diri kita, ke arah yang lebih baik, hai temanku, mengapa tak kau ajak orang lain untuk merasakannya juga? Mari kecap dan lihatlah, betapa ajaibnya Tuhan kita itu.

Jadi, jika kita belum punya keinginan untuk membagikan sesuatu kepada orang lain, mari kita mencoba untuk mengalami, merasakan, membaca, kasih yang mengubah itu, untuk diri kita sendiri.

Banyak Hutang tapi Senang

Wah ga kerasa gw udah jadi orang kantoran. Puji Tuhan belum pergi subuh pulang maghrib, tapi bisa pergi dengan jalan kaki dr tempat kos. Hidup terlalu berharga untuk dibuang di jalan. Tapi entah kenapa gw juga ga produktif walaupun udah ngehemat waktu perjalanan pulang pergi jakarta bekasi. Hmm, evaluasi yang bagus. Terimakasih!

Gw belajar banyak hal bahwa bertumbuh dewasa itu bukan dilihat dari umur apalagi buncit perut. Kedewasaan itu skill yang harus dilatih. Di tempat kerja, keliatan mana orang yang ngelatih kedewasaan dan mana yang masih ngebawa sifat remajanya bareng sama kue ulang tahunnya. Becandaan yang menjurus, ngomongin orang di belakang, main game hp pas jam istirahat. Ha. Dulu kupikir orang dewasa ga ngelakuin itu semua. Ternyata harta takhta serta wanita tetep jadi topik utama.

Lucunya negeri ini.

Jadi teringat buku temen gw yang dibawa pas Kerja Praktek, kalau ga salah pengarangnya seniman terkenal Indonesia. Bukunya sama sekali ga lurus, isinya random, ga nyambung dan sebebas bebasnya. Dari bicarain selop dalam paragraf berikutnya dia bicarain politik. Kasian yang beli, diajak untuk melihat keruwetan pola pikir seorang seniman. Ya memang seniman bisa mulai dr titik yg sama tapi berakhir di akhir yg berbeda. Inilah yang membuat mereka sering mengejutkan. Suara rakyat selalu mereka kumandangkan. Kumandang. Kumandang. Aneh juga kalau diucapkan berulang ulang. Ya ga?

Seminggu lagi gw 2puluh2. Gw suka angka 2. Karena gw ga suka jadi yg pertama. Tapi tetep pengen jadi yg di depan. Mungkin karena itu gw milih nama Andre. Huruf A, tapi ga depan depan banget, masih ada Adi, atau Andi. Dr kecil gw suka ngegambar, tepatnya ngejiplak gambar. Nasionalis banget kan ya. Abis jiplak, kita ubah dikit. Kayak masa penjajahan, ambil bendera belanda, robek dikit, “udah ini aja bendera kita”. #justkidding #sekarangserembecandadiduniamaya #bisadipanggilpolisi. Intinya, gw pengen apa yg gw kerjakan ada yg udah pernah ngetes dulu. Nah di dunia kerja ini gw dituntut untuk jadi yg pertama. Kalau udah ada yg kerjain, ngapain gw dibayar untuk kerjain lagi. Ya kan? Mantap.

Lebih baik sering ngepost tapi absurd atau jarang ngepost tapi mantap?

Vancouver. I’ll take you there.

Masalah hutang? Tenang, let it flow.

Penutup :
Karena saya lulus dari listrik, mari kita bagi bagi ilmu.

bahasa indonesia yang baik dan benar untuk stop kontak/power outlet adalah kotak kontak