Baru Saja Sembuh

Seorang yang baru saja disembuhkan dari penyakit oleh seorang dokter, pastinya berbahagia. Apalagi kalau penyakitnya itu termasuk penyakit yang parah. Kesenangannya akan menjadi dua kali lipat. Ditambah lagi, jika pada awalnya ia tidak tahu bahwa ia menderita penyakit tersebut, dan ia dapat disembuhkan sebelum penyakit mematikan itu tak terhentikan lagi. Sungguh ia akan merasa sangat bergembira dan beribu ucapan bahagia akan terdengar.dari mulutnya.

Begitu juga pada saat kedatangan Tuhan yang kedua kali, akan ada orang yang diselamatkan dan memasuki kerajaan kekal itu bersama Juruselamat mereka, dan mereka bersama Penebus itu akan kembali ke bumi dan membangkitkan orang yang tidak layak menjadi ahli waris kerajaan. Zombie tersebut pun bangkit. Mereka melihat Tuhan di awan, beserta rombongan malaikat dan para umat tebusan, mereka memberikan protes. Berkata “Mengapa aku tidak ikut ke dalam kemuliaanMu?”. Lalu suara sang Pencipta bergema “Engkau sudah pernah tahu kebenaran, tapi engkau menolaknya, engkau mengetahui kebenaran dan tidak melakukannya, wahai pendusta dan orang-orang munafik.” Lalu dari balik kubur lainnya, terdengar “Aku tahu kebenaran, dan tak melanggarnya sedikit pun, mengapa Engkau tak memperbolehkanku juga?” Dengan suara seperti ombak bergelora, Dia yang duduk di atas takhta menjawab “Hai engkau orang egois, engkau tahu kebenaran, dan melakukannya, tapi mengapa engkau tidak memberitahukannya kepada temanmu, kepada keluargamu, kepada istrimu?” Dan mereka semua terdiam. Hening, siap untuk dilenyapkan selamanya.

Kadang kita tidak sadar bahwa kita belum sepenuhnya merasakan kasih yang mengubah itu. Seperti sang penderita penyakit, yang tak dapat menahan dirinya untuk memberitahukan kepada orang lain apa yang baru saja terjadi kepadanya, bahwa ia tak tahu penyakitnya, dan ketika ia sadar, ia datang kepada seorang dokter dan ia disembuhkan. Sekarang ia telah mengetahui gejala-gejala penyakit yang sama, dan ia dapat melihat hal itu di kehidupan orang lain, yang juga tak menyadari bahwa diri mereka menderita kesakitan tersebut. Dan dengan senang hati, walaupun tak mengenal orang itu, ia memberitahu tentang penyakit itu dan memberitahu dokter yang sanggup mengobatinya. Ia tak berhenti disitu, ia akan menarik tangan orang tersebut, dan membawanya langusng ke dokter, karena mungkin saja tak ada kesempatan lain.

begitu juga dengan iman kita. Apakah kita sudah merasakan disembuhkan oleh Yesus secara pribadi? Ataukah kita hanya mendengar saja dari orang lain? Jika kita sudah merasakan berkat itu secara langsung, dan melihat perubahan yang terjadi kepada diri kita, ke arah yang lebih baik, hai temanku, mengapa tak kau ajak orang lain untuk merasakannya juga? Mari kecap dan lihatlah, betapa ajaibnya Tuhan kita itu.

Jadi, jika kita belum punya keinginan untuk membagikan sesuatu kepada orang lain, mari kita mencoba untuk mengalami, merasakan, membaca, kasih yang mengubah itu, untuk diri kita sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s