Month: January 2015

Sepintas Cerita Nuh #1 Persiapkan Makanan

Kerjadian 6:21 “Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka”

Zaman akhir sudah dinubuatkan akan mirip dengan cerita Nuh (lihat Matius 24:37). Bagaimana kita dapat belajar mempersiapkan diri untuk dapat masuk ke dalam Bahtera, tidak seperti semua orang selain keluarga Nuh pada waktu dahulu, adalah hal yang harus menjadi fokus kita. Pada ayat kita hari ini, diceritakan mengenai perintah Tuhan kepada Nuh, untuk mempersiapkan makanan baginya dan keluarganya dan segala hewan yang ada disana. Matius 4:4, manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari setiap firman Tuhan yang keluar dari mulut Tuhan à kita dapat menyimpulkan bahwa roti/makanan di alkitab seringkali dapat melambangkan firman Tuhan. Roti sajian pada bait suci, roti yang dibagikan kepada orang banyak, merupakan contoh-contohnya. Dengan demikian, kita dapat mengambil aplikasinya untuk kehidupan kita zaman sekarang, yaitu, persiapkanlah firman Tuhan, untuk saat tidak ada lagi makanan yang bisa didapat, saat air bah turun.

Firman Tuhan harus dipelajari setiap hari, pagi dan petang. Inilah pentingnya membaca firman Tuhan pada zaman sekarang karena banyak sekali kemudahan yang diberikan oleh teknologi bagi kita untuk dapat mengakses firman Tuhan dimanpun, kapanpun. Namun, seiring dengan kemudahan tersebut, manusia merasa lebih aman, nyaman dan terlena dengannya, sehingga mereka malah lupa untuk membaca firman Tuhan. Anak muda lebih senang membuka sosial media daripada apikasi Alkitab di gadgetnya, mereka lebih senang menghafal lirik lagu daripada menghafal ayat Alkitab.

Pikirkan, bilamana Yesus dicobai di padang gurun. Apakah Ia meminta waktu untuk melihat catatan dahulu ketika dicobai? Apakah ia membua perkamen perkamen dahulu sebelum memberi jawaban kepada iblis? Apakah ia dapat mengingat ayat-ayat yang diucapkannya karena Ia adalah Tuhan? Tidak. Ia tidak menggunakan keIlahianNya pada saat itu. Firman-firman tersebut benar-benar sudah masuk dan berakar di hati dan pikiranNya. Baiklah kita juga, dalam masa persiapan sebelum Tuhan datang, sebelum Alkitab tidak dapat lagi kita akses, sebelum pintu kasihan tertutup, sebelum pencobaan datang keapda kita, biarlah kita dapat belajar, merenungkan, dan mempersiapakan pikiran kita untuk dapat selalu diisi dengan firman Tuhan. Karena, hanya sepersekian detik kita harus bereaksi terhadap pencobaan, sebelum kita jatuh.

Kiranya Tuhan, membantu kita mengerti dan menyimpan firmanNya dalam hati dan pikiran kita. Kiranya Tuhan mengingatkan kita pada ayat-ayat yang kita pernah pelajari, saat pencobaan datang.

Amin

Age Freeze

John 21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.”

sepertinya, aku merasa diikat, kencang dan tidak bisa berjalan semauku lagi. Sang tali membawaku menjauhi zona nyamanku. Tapi aku seperti keras. Susah. Tali terus menegang, aku terseret. Luka. Mengalir. Membasahi. Mengurangi gaya gesek dan membawaku lebih jauh dr zona nyamanku.

Kemana aku digiring? Siapa yang berada di ujung lainnya? Entahlah.

Bertumbuh menjadi dewasa kadang membingungkan, kadang mengeringkan otak. Tak lepas dari sifat anak anak tp harus bertindak seperti orang bijak. Aku mau kebijakan. Karena susah bagiku, menyusun kata.

Persoalannya terletak pada waktu. Kecepatannya melebihi usahaku. Tertinggal dan semakin rendah.

Orang rendah kadang dianggap pendek. Maafkan kami.