Dinner Coupons



Enam Tahapan Membeli Sesuatu

dalam dunia ini, semua orang mencoba untuk mempelajari kelakuan manusia, untuk dapat mencari pola-pola tertentu, sehingga dapat digunakan sebagai informasi penting untuk mencapai hal yang kita inginkan. Ketika seorang penjual ingin menjual produknya, ia pasti ingin tahu apa sebenarnya yang dicari oleh calon pembeli. Ia ingin agar setiap tindakan yang dilakukan, membuatnya semakin dekat dengan saat dimana sang calon pembeli berubah menjadi pembeli, dan kemudian dapat membeli lagi pada suatu saat (return buyer).

pada saat ini saya juga sedang menjual sebuah produk, sebuah kaos, dan saya pun penasaran mengenai tahapan seseorang membeli sesuatu. kadang kita berpikir, ketika melihat daftar nama kontak di hp kita, hmm, dia tidak mungkin membeli produk saya, atau orang ini tidak mengerti produk saya. ternyata itu salah, kita membiarkan calon pembeli ini berada di tahap 0 dari 6 tahap pembelian. Di lain sisi, kadang kita didatangi calon pembeli, dan ia bertanya macam-macam, tetapi kemudian menghilang tidak jadi membeli, tetapi ada juga calon pembeli yang datang, bertanya sedikit, langsung bayar di tempat. dimanakah mereka dalam tahap-tahap pembelian? Inilah yang saya ingin sampaikan :

  1. Tahapan pertama, dimana seseorang sadar akan kebutuhannya terhadap suatu produk. Dia sadar adanya kebutuhan atau adanya kesempatan untuk membeli barang tertentu.
  2. Tahap kedua, seseorang akan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai produk tersebut. Bagaimana produk tersebut digunakan, siapa saja pesaingnya, dan semacamnya. Harga, lokasi, service, hal-hal ini juga dicari pada tahap ini.
  3. Tahapan ketiga adalah tahap dimana seseorang menyatakan pada dirinya, ya, saya memang membutuhkan produk ini. Pada tahap ini seseorang meraya yakin untuk membeli barang tertentu.
  4. Tahap keempat, adalah preferensi. Tahap pemilihan berdasarkan kondisi keuangan, kesukaan terhadap satu nilai tertentu dari sebuah brand, dan semacamnya. Pada tahap ini, seseorang mulai mengerucutkan pilihan.
  5. Tahap kelima adalah tahap yang paling membutuhkan keahlian seorang salesman. Tahap konfirmasi. Seseorang pada tahap ini akan mendatangi langsung toko yang menjual barang yang ia ingini, dan bertanya langsung kepada representatif yang ada, yaitu salesman. Jika gagal dipuaskan oleh jawabannya, ia akan pindah ke toko lain. Kadang juga pada tahap ini seseorang akan mendatangi orang yang sudah membeli barang yang ia inginkan, dan meminta pendapat langsung dari mereka.
  6. Tahap keenam, yang terakhir, adalah tahap keputusan membeli. Ia yakin, dan ia membelinya.

Setiap manusia cenderung untuk melewati tahap-tahap di atas dalam membeli sebuah barang baru. Jadi anda sebagai penjual dapat mempelajarinya dan menggunakan metode yang tepat untuk setiap tahap agar produk anda cepat laku terjual. Terima kasih!

Something New

Hey there, life happens. I was here and there for the last couple of months. It was February when I wrote the last post, right. I was searching for a scholarship back then, and here I am, thanking God, proudly say that I got it, but not as much as I dreamed of, but it’s more than enough. Apparently, I did not meet my goal, to be parent’s-funded-free. But, hey, there are doors whose not closed yet. And I am going there! Wait for my next surprise yeah. I’ll be going abroad in September, for the record, and I am learning France. Très bon pour moi, huh?

And my right brain is well-trained too, I have been exercising it a lot. And yet my left, is still fully operating because I am memorizing the Spirit of Prophecy paragraph bro! Yeah, and it looks like I am enjoying it, because the word is very poetic, yet so powerful for my spiritual aspect. You should try it too. Search for Adventist Home page 180.2 –> second paragraph. Enough for the catching up part, and let’s move on. So…. what are we gonna do today?

I want to share something that you maybe don’t know until now, that you should do many things in your 20’s. right, I am in my 20’s myself, and not authorized yet to give some bla bla bla for those who are 20’s. But, let me put it this way. We are a social being. I can’t do something alone, even I need someone to make me a toilet when I want to go pee in a building, and I need someone who plant a tree first, when I want to pee outside. So, why can’t we give each other a friendly suggestion to live with.

You should do something new today. And tomorrow, and the day after tomorrow. You should find, search, make, do, learn, or any other verbs available, something new every day. Because God want you to get up this morning, it means that you have something to do for Him today, don’t you?

I was graduated majoring in electrical subject at college. But, sure I don’t want to grow old as an college-level-electrician. I want more. I need more. I want to meet people not only for fixing his electrical junk, but for something greater.

Do something you were afraid to do, today, but in a positive way. I was afraid to greet random people, but not so much now. Maybe the fear is only in your mind. Go! Now! Your greatest weakness is yourself.

I learnt a term called “Bucked List”, it is a list of things you want to be done, named like that because it was inspired that you can kick the bucket when it is done. It’s like “Punch List” in the term of construction. Do you want to see something majestic from the summit of a mountain later in your years? Put it to the list. Do you find yourself wanted to help kids, to see someone smiling because of you, or do you secretly want a road named after you? You can’t just dream and wait for something happen and someone will work your dream for you. You must climb the ladder yourself.

It’s because Steve Jobs take a typography class that Apple have this simple yet beautiful font. It’s because he instructed himself to learn something new, daily.

So, get up, and start searching for something new, some fresh ideas, out-of-the-box activity, that you can do. Don’t call it a day until you are satisfied enough that your day is not wasted. Do something for the poor kid in the block, learn something while watching the sound of nature, let your mind flows by the beauty of the orange sky this evening. Let you be like a kid, curious about every little things. Ask something. Learn something new.

Here are some ideas from me.

  1. Take a dictionary, open up, and choose random word, make a speech about that for 1 minute.
  2. Give up caffeine/sugar for a week.
  3. Make a video of yourself singing, or reading poem.
  4. Ask a random person to pray.
  5. Call your old-friend that you haven’t contact for years.
  6. Read your Bible today.

The ideas is coming to you right? Write it down, and let me know, and do it. Get yourself something new today, and I hope that someday it will save your life or someone else’s.

Bonne journée!

Theory of Number Relativity


Number and the theory of relativity. I think number are relative to, just like time that Einstein found out. Big number doesn’t always make it good, small number also is not auto-interchangeable with a specific adjective.

Let’s see a number, 1. One is good if we are discussing it in a race context. But, 1 o’clock in the morning is bad for your health if you do not sleep already.

7. 7 Billion people are many. Too many. a 7 Billion is a lot if you add poundsterling as an affix, but if you add another monetary currency, it will decrease its meaning.

81 or 51 is the rank. Some people says it is the best choice. I do realize that today, yes, it is one of the best choice in its category.

777 is the sum of applicant that passes the administration selection. And there are 12 names that I knew personally. There is 1 person that blood related to me. And of all 777 people, only 1 person I must defeat.


I am my long time rival. I was the one who make myself today. What I choose in the last part of my life is the reason why things happen like this for me. I was guilt in many cases, but I am blessed in a great way too.

I don’t trust me. Sometimes he disappoints me. Sometimes he lies to me. I need an outer strength, an external wisdom. I need Him. He is the one and only who can lead me through dark, foggy and cloudy days in front of me. His guidance is what I longing for.

777 is a big number. Even 1 (me) is a big problem. But 1 plus the first and the last “1” in this universe, can be more than 2.

Number is relative.

“The knowledge of the holy is understanding; Acquaint now thyself with Him” – Education 1

Sepintas Cerita Nuh #1 Persiapkan Makanan

Kerjadian 6:21 “Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka”

Zaman akhir sudah dinubuatkan akan mirip dengan cerita Nuh (lihat Matius 24:37). Bagaimana kita dapat belajar mempersiapkan diri untuk dapat masuk ke dalam Bahtera, tidak seperti semua orang selain keluarga Nuh pada waktu dahulu, adalah hal yang harus menjadi fokus kita. Pada ayat kita hari ini, diceritakan mengenai perintah Tuhan kepada Nuh, untuk mempersiapkan makanan baginya dan keluarganya dan segala hewan yang ada disana. Matius 4:4, manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari setiap firman Tuhan yang keluar dari mulut Tuhan à kita dapat menyimpulkan bahwa roti/makanan di alkitab seringkali dapat melambangkan firman Tuhan. Roti sajian pada bait suci, roti yang dibagikan kepada orang banyak, merupakan contoh-contohnya. Dengan demikian, kita dapat mengambil aplikasinya untuk kehidupan kita zaman sekarang, yaitu, persiapkanlah firman Tuhan, untuk saat tidak ada lagi makanan yang bisa didapat, saat air bah turun.

Firman Tuhan harus dipelajari setiap hari, pagi dan petang. Inilah pentingnya membaca firman Tuhan pada zaman sekarang karena banyak sekali kemudahan yang diberikan oleh teknologi bagi kita untuk dapat mengakses firman Tuhan dimanpun, kapanpun. Namun, seiring dengan kemudahan tersebut, manusia merasa lebih aman, nyaman dan terlena dengannya, sehingga mereka malah lupa untuk membaca firman Tuhan. Anak muda lebih senang membuka sosial media daripada apikasi Alkitab di gadgetnya, mereka lebih senang menghafal lirik lagu daripada menghafal ayat Alkitab.

Pikirkan, bilamana Yesus dicobai di padang gurun. Apakah Ia meminta waktu untuk melihat catatan dahulu ketika dicobai? Apakah ia membua perkamen perkamen dahulu sebelum memberi jawaban kepada iblis? Apakah ia dapat mengingat ayat-ayat yang diucapkannya karena Ia adalah Tuhan? Tidak. Ia tidak menggunakan keIlahianNya pada saat itu. Firman-firman tersebut benar-benar sudah masuk dan berakar di hati dan pikiranNya. Baiklah kita juga, dalam masa persiapan sebelum Tuhan datang, sebelum Alkitab tidak dapat lagi kita akses, sebelum pintu kasihan tertutup, sebelum pencobaan datang keapda kita, biarlah kita dapat belajar, merenungkan, dan mempersiapakan pikiran kita untuk dapat selalu diisi dengan firman Tuhan. Karena, hanya sepersekian detik kita harus bereaksi terhadap pencobaan, sebelum kita jatuh.

Kiranya Tuhan, membantu kita mengerti dan menyimpan firmanNya dalam hati dan pikiran kita. Kiranya Tuhan mengingatkan kita pada ayat-ayat yang kita pernah pelajari, saat pencobaan datang.


Age Freeze

John 21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.”

sepertinya, aku merasa diikat, kencang dan tidak bisa berjalan semauku lagi. Sang tali membawaku menjauhi zona nyamanku. Tapi aku seperti keras. Susah. Tali terus menegang, aku terseret. Luka. Mengalir. Membasahi. Mengurangi gaya gesek dan membawaku lebih jauh dr zona nyamanku.

Kemana aku digiring? Siapa yang berada di ujung lainnya? Entahlah.

Bertumbuh menjadi dewasa kadang membingungkan, kadang mengeringkan otak. Tak lepas dari sifat anak anak tp harus bertindak seperti orang bijak. Aku mau kebijakan. Karena susah bagiku, menyusun kata.

Persoalannya terletak pada waktu. Kecepatannya melebihi usahaku. Tertinggal dan semakin rendah.

Orang rendah kadang dianggap pendek. Maafkan kami.