Rumah tangga ialah suatu lembaga yang didirikan oleh Tuhan. Sesuatu yang Tuhan berkati secara khusus.
Pekerjaan membuat rumah tangga berbahagia bukan lah tugas seorang ibu saja.
Suami = Pengikat Rumah. Suami itulah pengikat harta benda rumah tangga, mempersatukannya oleh kasih sayang yang kuat, tekun dan berserah semua anggota rumah tangga, ibu dan anak-anak bersama-sama dalam ikatan persatuan yang paling kuat.
Suami atau bapa ialah kepala keluarga.
Suami menciptakan Undang-undang.
Suami menjadi Imam = melaksanakan di atas mezbah Tuhan korban pada pagi dan petang.
Seorang kepala rumah tangga sekali-kali tidak boleh bersikap seperti anak kecil, seorang pria dengan tabiat yang dewasa dan dapat mengendalikan hawa nafsu.
Berusahalah dengan sekuat tenagamu menjadikan kehidupan istrimu senang dan berbahagia.
Jangan biarkan kejengkelan hati dari bisnismu membawa kemurungan ke dalam kehidupan rumah tangga. Berdoa kepada Tuhan agar hati yang dibawa ke rumah adalah hati yang mengampuni, baik, ramah dan mesra.
Memimpin keluarga dengan rendah hati. Walaupun suami adalah kepala keluarga, namun itu tidaklah menambahkan hormat baginya saat mengutip ayat alkitab, tidak membuatnya lebih gagah dengan menuntut kepada istrinya.
Pasal 35
Meringankan Beban
Kewajiban bapa kepada anak-anaknya tidak dapat dipindahkan kepada ibu.
Cobalah membantu istrimu di dalam pergumulan yang dihadapinya.
Apa pun yang menjadi pekerjaanmu dengan segala kesulitannya, biarlah seorang bapa membawa pulang ke rumahnya air muka bahagia, senyum dan bunyi suara yang manis di mana ia sepanjang hari telah menyambut tamu-tamu dan orang-orang asing.
Suami harus menyatakan perhatian yang besar kepada keluarganya. bersikap lemah lembut terhadap perasaan seorang istri yang sensitif dan rapuh.
Ia harus menggembirakan sang ibu supaya bersandar kepada kasih sayangnya.
Di dalam perjalanan hidup yang berat biarlah suami dan bapa berjalan “beringsut maju perlahan-lahan” sebagaimana kawan dalam perjalanan itu dapat bertahan.
Jauh lebih baik untuk membuat kehidupan ibu itu senang dan gembira, melindungi dia dari kekurangan yang menghabiskan tenaga, serta keluh kesah yang menyusahkan hati, dan biarlah anak-anak mewarisi bentuk tubuh yang baik, agar supaya mereka boleh memperjuangkan jalannya sepanjang hidupnya dengan kekuatan mereka sendiri dengan rajin.
Pasal 36
Sahabat kepada Anak-anak
Ketika pulang ke rumah dari bisnisnya, seharusnya menjadi suatu kesukaan dalam perubahan suasana ini menghabiskan waktunya bersama-sama dengan anak-anaknya.
Bapa dari anak-anak pria harus berhubungan erat dengan anak-anaknya,
Ia telah membawa anak-anak itu ke dalam dunia ini dan telah menjdikan dirinya yang bertanggung jawab kepada Tuhan untuk melakukan segala sesuatu di dalam kuasanya untuk menjaga mereka dari pergaulan yang tidak suci, dari teman-temannya yang jahat.
Sebagai kepala rumah tangganya sendiri, bapa harus mengetahui bagaimana mendidik anak-anaknya untuk kegunaan dan kewajiban. Ini adalah tugasnya yang khusus, di atas segala sesuatu.
Kalau bapa itu sibuk dalam mengurus bisnisnya sehingga hampir menutup pintu kesempatan untuk berdaya guna terhadap keluarganya, sehaiknya dia mencari perkerjaan lain yang tidak menghalangi dia untuk menyerahkah sebagian waktunya untuk anak-anaknya.
Ia harus mempelajari tingkah laku dan tabiat anggota-anggota lingkungannya yang masih kecil-kecil itu, agar ia boleh mengetahui keperluan mereka dan ancaman yang datang kepada mereka,
Hai para bapa, gunakanlah sebanyak mungkin waktumu bersama-sama dengan anak-anakmu. Berusahalah supya memahami tingkah laku mereka yang beraneka ragam itu,
Berlakulah manis budi, lemah lembut dan mengasihi anak-anakmu, tetapi bukan dengan memanjakan dalam kebodohan. Biarlah mereka menanggung kekecewaan mereka yang kecil saja, sebagaimana masing-masing orang harus menanggungnya. Jangan anjurkan mereka datang kepadamu dengan persungutan kecil yang terjadi di antara mereka. Ajarlah mereka supaya sabar terhadap satu dengan yang lain, dan berusaha memelihara kepercayaan dan hormat satu dengan yang lain.
Biarlah bapa itu menunjukkan kepada mereka keindahan bunga-bunga, pohon-pohon kayu yang tinggi yang di dalam daun-daunnya mereka dapat melihat pekerjaan dan cinta Tuhan.
Pasal 37
Bukan Contoh Suami yang Baik
Suami yang Mengharap Istri Memikul Beban Dua Kali Lipat. Dalam kebanyakan keluarga ada anak-anak yang berbeda-beda usianya, kadang suami menjadi lalai terhadap tugasnya sendiri dan dengan demikian menimbulkan beban yang berat kepada sang ibu
Banyak suami tidak mengerti dengan sepenuhnya tidak menghargai keluh kesah, serta kebingungan yang diderita oleh istri mereka yang pada umumnya terikat kepada tugas rumah tangga yang tidak habis-habisnya sepanjang hari.
Seorang suami tidaklah menjadi diktator dan manjajah. Hidupmu akan jauh lebih berbahagia kalau engkau tidak merasa bahwa hak mutlak ada padamu karena kamulah suami dan bapa. Tingkah lakumu menunjukkan bahwa kamu menyalahtafsirkan kedudukanmu, sebagai pengikat rumah tangga. Engkau gelisah dan bersifat diktator dan seringkali menunjukkan kurang pertimbangan, sehingga bagaimanapun engkau memandang tindakanmu pada waktu yang demikian pantas, tindakahn itu tidak dapat dijadikan pantas pada pemandangan istri dan anak-anakmu.
Para Suami yang Cerewet dan Suka Berbantah-bantah. Oleh banyak suami kecenderungan menjadi cerewet terdorong demikian rupa hingga mereka seperti anak-anak yang sudah dewasa.
Suami yang Mementingkan Diri dan Bermuram Durja. Terlalu kikir dia mengucapkan kata-kata restu kepada anggota-anggota keluarganya, khususnya kepada seorang yang ada di antara sekalian yang seharusnya memperoleh cinta dan penghormatan besikap diktator; perkataannya menusuk dan meninggalkan sebuah luka yang tidak diusahakannya untuk menyembuhkan oleh menghaluskan rohnya, mengaku kesalahnnya dan mengaku perbuatannya yang salah itu.
Seorang Suami yang Congkak dan Tidak Bertoleransi. Engkau terlalu banyak mengharap dari istri dan anak-anakmu. Engkau mencela terlalu banyak.
Kesimpulan
Para Suami harus mencintai dan dicintai. Para suami haruslah berhati-hati, suka menaruh perhatian, berpendirian, setiawan dan mempunyai cinta kasih. Mereka harus menyatakan simpati dan kasih sayang….Apabila suami mempunyai tabiat yang mulia, hati yang suci, pikiran yang tinggi (noble mind), hal itu haruslah dinyatakan dalam hubungannya dengan istri. Ia harus berusaha agar istrinya selalu sehat dan beroleh keberanian hati. Ia harus berusaha sedapat mungkin sehingga ia dapat mengucapkan kata penghiburan, menciptakan suatu suasana perdamaian dalam lingkungan rumah tangga. Menjadi teman anak-anaknya dan membimbing mereka menjadi seorang manusia yang bermanfaat, menjadi seorang ayah dan ibu yang baik di masa depan.
Pernahkah kalian berdoa? Seringkah kalian berdoa? Apakah kalian merasa doa kalian tidak dijawab, atau doa kalian terasa hambar?
Doa bukanlah sebuah rutinitas belaka, doa merupakan sarana berkomunikasi yang indah. Kali ini saya ingin membagikan sebuah doa yang layak kita renungkan.
Mat_8:25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”
Mat_14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”
Mat_15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.”
Doa yang singkat, seperti yang telah kita baca, bukan tidak didengar oleh Bapa. Ia segera bangun ketika muridNya berdoa (berkomunikasi dengan Tuhan) di kapal yang akan binasa itu, Ia segera mengulurkan tanganNya kepada Petrus ketika Petrus meminta tolong, dan Ia segera menjawab doa perempuan itu ketika Ia telah selesai menguji ketulusan perempuan itu. Ia tidak ragu memerintahkan pasukan malaikatNya yang paling kuat untuk menghalau segala gangguan yang datang padamu, seperti pada kisah Daniel. Ia menunggu seruan kita yang sungguh-sungguh. Karena tertulis pada Yesaya 59:1 bahwa “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; “. Indah sekali.
Doa yang sungguh-sungguh, baru dapat kita layangkan ketika kita sadar kondisi kita yang lemah, tak berdaya, tidak punya kekuatan, dan hanya dapat berharap dari kasih karunia Tuhan. Jika kita berdoa, “Tuhan, aku tidak sanggup, tolong aku”, “Tuhan, kepadaMulah kuserahkan semuanya, bantu aku”, “Tuhan, jangan tinggalkan aku”, Ia yang telah memerintahkan malaikatNya untuk selalu berada di samping kita, akan segera bertindak.
Perhatikan juga bahwa mereka berteriak minta tolong pada Tuhan di saat-saat bahaya sudah nyata di depan mereka. Tidak ada kata terlambat untuk meminta pertolongan kepada Tuhan. Jangan pernah merasa bahwa anda telah terlalu jauh masuk ke dalam air kegelapan, sehingga Tuhan tidak akan menolong anda lagi. Percayalah kepadaNya, lihat wajahNya, tersenyum kepada anda, berkata “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”. Tangan Tuhan segera terbentang menyelamatkan anda. Setan akan terus membisikkan bahwa anda tidak layak untuk berdoa, tidak layak menerima keselamatan, anda sudah terlalu jauh, tetapi ingat, engkau tidak perlu mendengar bisikannya. Kata-katanya tidak berarti apa-apa bagimu. Tuhan sanggup.
Hal lain yang perlu kita tahu, bahwa doa bukanlah sebuah komunikasi satu arah. Sering kita mendengar sebuah ungkapan dalam doa, “terima kasih karena Engkau telah menjawab doa kami sebelum kami memintanya kepadaMu”. Apakah anda yakin dengan yang anda katakan? Apa buktinya? Ya, benar, Tuhan telah menjawab banyak doa yang kita ungkapkan, jauh sebelum kita memintanya. Ia menjawab dengan memberikan buku petunjuk untuk kita baca. Alkitab. Sebagian besar, bahkan hampir semua jawaban dari doa kita berada di dalamnya. Kau takut? Lihatlah cerita bagaimana Elia takut kepada Ratu, tetapi Tuhan tetap memberinya makan setiap hari. Apakah engkau merasa lemah? Hai kawan, datanglah kepadaKu, berikan padaKu segala bebanmu, dan Aku akan menggantikannya dengan sukacita. Kita harus membaca firmanNya di Alkitab untuk menguatkan kita. Setelah berdoa, jangan pergi langsung mengerjakan tugasmu, ambillah waktu untuk mendengar jawaban Tuhan.
Future is invisible. Today I’m fasting for a matter that trouble me over the past 12 months. Pursuing a career over a long process of interview with a big company of my dream. On a Friday next week, my last interview is scheduled with a senior management of the firm. I’m having trouble accepting that after a long and painful process, there is still a 50:50 chance of failure and I still need to rejoice whatever the outcome is. Because, that’s what being a Christian should be. God knows the best and God already plans for you. Success or failure is something God allows to happen. Man must be humble and accept that the result is the best outcome God has to offer. That’s not easy, don’t you agree?
Bible Verse
2 Cor 4:18 while we do not look at the things which are seen, but at the things which are not seen. For the things which are seen are temporary, but the things which are not seen are eternal.
Heb 11:27 By faith he (Moses) forsook Egypt, not fearing the wrath of the king; for he endured as seeing Him who is invisible.
2 Kings 6:17 And Elisha prayed, “Open his eyes, Lord, so that he may see.” Then the Lord opened the servant’s eyes, and he looked and saw the hills full of horses and chariots of fire all around Elisha.
Jer 29:11-13 For I know the thoughts that I think toward you, says the Lord, thoughts of peace and not of evil, to give you a future and a hope. Then you will call upon Me and go and pray to Me, and I will listen to you. And you will seek Me and find Me, when you search for Me with all your heart.
The Bridge
Seeing the invisible. That’s how Moses get there. That’s how I would like to try. That’s how Moses persist — to see the invisible. Only those who see God for who he really is can persist in the most difficult times of life. Only those who see the invisible can hope for the impossible and can do the impossible. Only if I start to see the invisible, I can have faith in God that He was working in every past aspect of my life, and thank him in advance for what he is working on in my life today and tomorrow.
Elisha’s servant didn’t see the invisible horses and chariots of fire all around them, protecting them from the enemies. Fear comes because of not knowing. Faith lost because of fear. Prayer allows God to work in us. God opens our eyes and give understanding. Understanding cast out fear. Without fear, faith can grow.
So my prayer today is to let God to open my eyes, my spiritual eyes, to see the invisible hand of God working in my past and my future. That He can give command to the band of angels when it is necessary for him to do so. If it is according to his purpose and to give me (and every one of you) future and hope.
God Led Hitherto
I am not the one applying for this position. It is my God given wife.
I am not aware of this position of the firm, different career path.
My profile was passed from Australia to SE Asia recruitment team
First email received was december 2019 / january 2020
First phone call happened when I’m in Malaysia site.
Computer test was done in low internet reception area.
Internet issue during the test, but able to complete the task.
First coach session was done outdoors. Feedback was harsh.
Wife move to Singapore and help prepare the upcoming interviews.
Covid situation allows no offline interview, everything is online.
Covid situation allows gap between each interview, more time to study.
God given wife push me to learn from people and paid coaching sessions.
God has given the resources to be able to pay for these coaching sessions.
First interview goes without practice on experience story.
Healthy during all first round interviews.
Holidays and leaves from office are available for the interview.
There was inconsistency, and recruitment team allows +1 interview
Recruitment process was postponed for months (mid 2020). Intake Y21
Recruitment process continues after me and wife settle in Jakarta.
Three interviews in two days, which normally tires my brain.
There was inconsistency again, and allows +1 interview again
And here I am. 6/11/2020
The Prayer
Jeremiah 33:3 (NKJV) Call to Me, and I will answer you, and show you great and mighty things, which you do not know.
Jeremiah 33:3 (NIV) Call to me and I will answer you and tell you great and unsearchable things you do not know.
Jeremiah 33:3 (TB) Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami.
Father God, I come to you in the name of Jesus and ask that you reveal to me what should I do to prepare for the interview for a new career of my dream. Please reveal to me if there is obstacles within me to stop me from receiving this. Show me strategies to overcome the obstacles of the enemy. Your word says that I should call to you and you would show me great and mighty things which I do not know. I’m calling out to You now God and I am asking for divine revelation. I trust You and I trust Your word. I know that you are going to give me revelation on how you still have best plan for me independent of the result. Where am I in this process Lord? What is my next step? What do I need to do to move this forward?
Thank you for answering me. Thank you for allowing me access to your throne room and for opening my limited eyesight. I praise You because You know all and you see all. I know you can bring it all to pass, in Jesus Name. Amen.
Main text: “But when He saw the multitudes, He was moved with compassion for them, because they were weary and scattered, like sheep having no shepherd” (Matthew 9:36, NKJV).
Why they are like sheep having no shepherd?
Because they have a concept of being good, practicing numbers of rituals, and they got tired. They have a concept that God is a punishing God, and He want to be worshiped by men. They are stressed about making all things right, so they wouldn’t get punished by their perspective of God. They were weary and scattered.
Konsep bahwa Tuhan berubah ada di berbagai kepercayaan mengenai Tuhan. Tapi tentu itu tidak benar. Tuhan tidak berubah, manusia yang berubah karena dosa. Prinsip Tuhan tetap satu, yaitu prinsip kasih. Kasih berubah dalam diri manusia karena dosa. Tuhan ingin mengembalikan konsep kasih yang terbubahkan itu dan melakukan rekonsiliasi hubungan Tuhan dan manusia.
Jesus genuinely cared for people.
He was more interested in their concerns and needs than in His own. This was the first step of His method, mentioned in The Ministry of Healing, p. 143, which is the only method we should follow in winning souls.
Rancangan Tuhan bagi manusia adalah kasih. Prinsip kasih adalah memberi. Berbeda dengan keadaan manusia yang mempunyai tendensi untuk mendahulukan kepentingan diri sendiri dibandingkan orang lain.
Jesus’ life was totally centered on other people. His life was a ministry of loving compassion. He met the physical, mental, and emotional needs of the people around Him, and thus, their hearts were opened to the spiritual truths He taught. As He healed lepers, opened blind eyes, unstopped deaf ears, delivered demoniacs, fed the hungry, and cared for the needy, hearts were touched and lives changed.
Additional reference
“Christ’s method alone will give true success in reaching the people. The Saviour mingled with men as one who desired their good. He showed His sympathy for them, ministered to their needs, and won their confidence. Then He bade them, ‘Follow Me’”. — Ellen G. White, The Ministry of Healing, p. 143.
I read one short paragraph from one of my network’s blog. It was an article about being alone and how he had mastered the skill. Why is it called a skill?
Indeed, being alone is not an easy task. Being alone tests your endurance. Let me explain. You have to maintain several individual activities to keep you active and sometimes you got bored with too much repetitions. Being a lonely wolf also challenges your threshold of faith in yourself, how far you can go until you ask someone for direction or help.
I would like to share my past years of experience, related to this topic. July 2015 is the last time I have a relationship. It has been 3 and a half years of finding myself, learning about what makes me happy and whatnot. Over these years, I’ve learned a lot to be alone. I can say that I can do it well. Pretty proud of myself.
I know how to ‘live’ alone. With neighbors and without neighbors. I can make money alone. This one is pretty big. I have to make each financial decision and had many struggle choosing between buying bottled flavored beverages outside or bring water from home. I don’t fall apart just because I don’t have someone to watch a movie or have to eat alone in a restaurant. I can entertain myself over short exercise and also walking around new places.
Self-disciplining myself, giving nice treatment to myself after certain hard work days, keeping the toilet clean, buying food ingredients, making breakfast, lunch and dinner possible, know what detergent to buy, finding out when the best time to use the leftover milk before it turned to cheese, are never taught in school.
Now, I have self-love, confidence, and faith in myself. Now, it is time to go back and put myself in the world with those soft skills.
Quote from his article:
Contentment can be learned alone, happiness must be shared.
As I am starting a new chapter in my life, I hope 2019 can be ‘the’ year; Where I can share the happiness that I found. Where I can learn how not to be alone. I’m ready! Bring it on!
Yet another week passed. Do you feel your life is moving too fast, just like mine? You wake up in the morning, going through your morning routine, go to school/work, then suddenly the night comes, and you find yourself wondering whether 24 hours a day does exist.
Well, I do. I need to slow it down a bit, by inserting more <> activities to my days. But let’s recap this 7th week of 2018 first.
What I have been up to
I enrolled in an online class (Udemy) early this year. It was based on my curiosity and maybe a little bit of me challenging myself. There is no weekly schedule and no limit of when to finish the videos. Procrastination at its best, I have only watched part 3 out of 50. Haha, it is hard to fight back, don’t you think? Are you procrastinating on something as well? But, let’s keep trying and finish what we have started. Just remember why you started it at the first time >_0
What I can give as the week’s testimony
My prayer for 2 weeks is suddenly being rejected on last minute. It feels bad. My heart tries to make peace for the case, but my brain can’t. As human, I am still feeling down. And life must go on, plan for next target or do a backup plan. But just in the needs of time, God shows His master plan which is a-millimeter above awesome! And it gives you more than you can imagine. At His time. So, every time you got rejected, keep going forward as you are on the right track, according to His plan.
What inspires me
This friend of mine inspires me. She went to Nusa Tenggara Timur as volunteer, doing volunteer plus travel weekend. Find out more yourself: Ruang Belajar ID. And as they are teaching and sharing books to school students there, they can enjoy nature at its best, in the not-so-touristic area, what we called ‘hidden gem’. Inspired by how she managed to optimize her youth doing positive things on holidays, while travelling across Indonesia, I am starting to gather volunteering opportunity as well.
PS:I have decided that I want to pray for other people this week, I want to pray for you. Do you have something specific that I can pray for?
Written on a blissful Sunday Morning.
Hi! It’s me Ankev..
I hope you are as excited as I am because of the long weekend this Friday! Chinese new year is in the door. Every shop both online and offline is full of red-colored decoration, just another way to attract us, their customer. So, be careful guys. Buy what you need the most only~
What I’ve been up to🤔
I went to Singapore Airshow 2018, which is also celebrating the 50th anniversary of Singapore Air Force. And this is one of my goals in 2018, which is: attend 6 unusual events. So yeah, these 6 must not be a music concert or normal sale event 🙂 and you agree that Airshow is a bit unusual right? So, yeah that was 1/6 for me.. How about you? Any update on 2018 resolution? Let’s go! Take one step at a time, for any of your goals!
And here is one picture that I took.
What I found useful 📚
I love sending postcards. Call me old-school, but I like those small/simple things that you can save in your real drawers or treasure boxes. Don’t you? But sometimes you want to send a postcard that is unique and not so touristy to your close friends. So I found this app called “Postcard” (#duh) in iOS or other similar app called “Postagram” and “Touch Note”. I prefer the first one because it is just simpler and straight to the point.
So I choose a picture from my phone’s gallery and put the note and address. Voila, with SGD 2.5 or IDR 25,000 you can send it around the globe. A bit pricey? Yes and no if you think about the extra cost and time you saved. Or do you want to start a business like this?
What made me laugh 😆
There was a farewell to some interns in the office, and there is chocolate cake bought by the company. One of my office mates, which is not so young, come up with “boomerang“, “superzoom” and all other crazy features from Instagram. And it is funny to see non-millennial generation trying to pose for a boomerang. It gives me chill for the rest of that day. hahaha. Hope your week was full of laughs as well!
And from my religious side 🔥
This week I try to remember new Bible verses. 1 John 1:9 KJV and Rome 8:26 ITB. Those are beautiful verses about God’s forgiveness and the Holy Spirit helps us pray to God. Two verses a week is actually a good idea, no?
That’s all folks! Stay healthy by eating healthy!
Written just 3 minutes away from my early bed-time.